Membuat Aplikasi Android Dengan Basic4Android

Berhubung mood lagi bagus hari ini setelah lagi-lagi timnas gagal  :m020 saya mau ngeblog dulu deh. Kali ini saya akan sharing cara membuat aplikasi android dengan dasar bahasa basic. Sebenarnya ini tugas sudah agak lama diberikan kantor ke saya yaitu membuat sebuah barcode scanner yang terhubung langsung dengan database system, Kasus yang lama yaitu barcode scanner paten dengan OS windows CE tidak bisa saya programming karena tidak ada SDK, selain itu sangat kurangnya informasi dan support maka saya putuskan untuk membuang scanner yang berharga 5 juta itu. Setelah googling kira-kira 2 bulanan (memang cocoknya jadi team research & development hehehe..) saya menemukan yang menarik tentang basic4android.

Bagi yang sudah terbiasa dengan dasar bahasa basic misalnya visual basic dll saya yakin tidak akan kesulitan dengan pemrograman basic4android. Dasar bahasanya memang benar-benar bahasa basic. Membuat aplikasi android jadi lebih mudah, simple, dan menyenangkan tanpa perlu pusing-pusing. Bisa di ibaratkan kita memprogram seperti membuat aplikasi untuk desktop.

Gambar di atas adalah screenshot dari development android app yang menggunakan basic4android. Sangat mirip dengan visual basic kan? Mudah? yaaa bisa dibilang “susah-susah-gampang” Selain tampilan development yang familiar ada yang menarik selain itu yaitu halaman designer (GUI) yang bisa terhubung langsung dengan device android kita.

Pointnya development aplikasi android jadi lebih menyenangkan. Yuk kita coba buat sebuah aplikasi barcode scanner yang terhubung dengan database. Yang perlu dipersiapkan adalah :

  1. Basic4android (cari aja di google yang versi bajakan banyak hehe)
  2. JDK (JDK develpment kit)
  3. Android SDK

Install ketiganya lalu ikuti petunjuk instalasi di web basic4android bagaimana caranya menyetih path. Kemudian cobalah pelajari source code saya dibawah ini :

Read more

Kata Kunci Terkait:

Project Counter Mesin

Sambil nungguin hujan berhenti mending nge-GoBlog dulu ah sekalian ngisi waktu. Pada artikel kali ini saya mau cerita dan sedikit sharing saja tentang project counter mesin. Seperti biasa lagi-lagi saya dapat tugas memperbaiki counter mesin yang sering sekali bermasalah dikantor. Sekalian memperbaiki saya juga sedikit belajar disana yaitu bagaimana caranya “negosiasi royalti” hehehe..

Daripada saya memperbaiki sampah orang lain yang tidak jelas saya berpikir lebih baik saya membuat sesuatu yang baru sekalian supaya lebih terkontrol. Kasihan juga kantor ternyata kemarin di kibulin orang yang ngakunya bisa bikin robot tapi kurang tanggung jawab. Singkat cerita saya turun ke lapangan mengorek semua infomasi yang bisa dikumpulkan. Setelah kesimpulan tercapai akhirnya saya menemukan diagram project ini.

Read more

Kata Kunci Terkait:

Membuat Sitemap Generator Berbasis PHP

Sebuah situs tanpa sitemap bagaikan sebuah/sekelompok bahan mentah yang belum di olah dimana rasanya akan hambar, asin, atau bahkan tidak enak. Perumpamaan mudahnya begini, saya menuju kota A untuk berbelanja, didalam kota A terdapat kota B kota C dan seterusnya. Tapi, tenyata didalam kota A ada juga kota 123 yang dimana tidak saya temukan didalam peta, tentunya kota A akan rugi karena saya kemungkinan akan berbelanja di kota 123 juga. Seperti itulah perumpamaan peta situs atau bahasa jowonya sitemap.

Penting gak sih sebuah peta situs atau sitemap untuk di implementasikan?  :m021 Menurut saya pribadi (karena orang persepsinya beda-beda) priotitasnya SANGAT PENTING karena dari peta inilah kita bisa memperkenakan isi situs kita kepada mesin pencari yang notabene adalah robot. Semakin sebuah mesin pencari mengenal kita maka semakin banyak pula kunjungan yang akan diberikan oleh mesin pencari karena dia tau seluruh bagian situs kita.

Didalam SEO aka bahasa jowonya search engine optimization sudah hukum alamnya jika sesuatu yang lama akan lebih mudah dikenali daripada sesuatu yang baru, Begitu juga sebaliknya dalam kehidupan nyata. Ibaratnya kita memperkenalkan diri tanpa harus menunggu sampai mereka mencari tau tentang kita. Saya rasa sampai disini sudah cukup jelas penjelasan tentang sitemap dan kegunaannya.

Kembali ke topik utama didalam artikel ini yang akan kita bahas adalah bagaimana meng-generate sebuah sitemap dengan PHP. Untuk awalnya kita harus tau bagaimanakah format XML sebuah sitemap. Referensinya saya ambil dari situs sitemaps.org contoh format lengkap sebuah sitemap seperti dibawah ini:

<?xml version=”1.0″ encoding=”UTF-8″?>
<urlset xmlns=”https://www.sitemaps.org/schemas/sitemap/0.9″>
<url>
<loc>https://www.example.com/</loc>
<lastmod>2005-01-01</lastmod>
<changefreq>monthly</changefreq>
<priority>0.8</priority>
</url>
</urlset>

Dimana protokolnya adalah sebagai berikut:

  • URLSET (wajib) : Merangkum file dan referensi standar protokol saat ini.
  • URL (wajib) : Tag induk untuk setiap entri URL. Tag yang tersisa adalah anak-anak dari tag ini.
  • LOC (wajib) : URL halaman. URL ini harus dimulai dengan protokol (seperti http) dan diakhiri dengan garis miring, jika server web Anda memerlukan itu. Nilai ini harus kurang dari 2.048 karakter.
  • LASTMOD (optional) : Tanggal modifikasi terakhir file. Tanggal ini harus dalam format W3C Datetime. Format ini memungkinkan Anda untuk menghilangkan bagian waktu, jika diinginkan, dan menggunakan YYYY-MM-DD.
  • CHANGEFREQ (optional) : Seberapa sering halaman tersebut kemungkinan akan berubah. Nilai ini menyediakan informasi umum untuk mesin pencari dan mungkin tidak berkorelasi persis seberapa sering mereka merambah halaman.
  • PRIORITY (optional) : Prioritas URL ini dibandingkan dengan URL lain di situs Anda. Nilai yang valid berkisar 0,0-1,0.

Sudah cukup jelas? mari kita coba membuat generator sitemap berbasis PHP.

Read more

Kata Kunci Terkait:

Mari Belajar PHP Part 3 Final

PHP looping

Digunakan untuk pengulangan proses(loop) dengan logika.

FOR

Syntax:

for (awal; kondisi; pengulangan)
{
kode eksekusi;
}

Contoh:

<?php
for ($i=1; $i<=5; $i++)
{
echo “Nomor adalah ” . $i . “<br />”;
}
?>

Hasil output:

Nomor adalah 1
Nomor adalah 2
Nomor adalah 3
Nomor adalah 4
Nomor adalah 5

FOREACH

Foreach loop digunakan untuk loop didalam array.

Syntax:

foreach ($array as $value)
{
kode eksekusi;
}

Contoh:

<?php
$x=array(“satu”,”dua”,”tiga”);
foreach ($x as $value)
{
echo $value . “<br />”;
}
?>

Hasil output:

satu
dua
tiga

PHP function

Kekuatan utama dari PHP adalah function, didalam PHP sendiri sudah tersedia kurang lebih 700 function yang siap digunakan. Bagaimana membuat function sendiri?

Syntax:

function NamaFunction()
{
kode eksekusi;
}

Contoh:

<?php
function writeName($fname)
{
echo $fname . ” Sutoro.<br />”;
}

echo “Nama saya “;
writeName(“Beni”);
echo “Nama adik saya “;
writeName(“Maria”);
echo “Nama kakak saya “;
writeName(“Dani”);
?>

Hasil output:

Nama saya Beni Sutoro
Nama adik saya Maria Sutoro
Nama kakak saya Dani Sutoro

Read more

Kata Kunci Terkait:

Mari Belajar PHP Part 2

PHP kondisi IF ELSE

PHP kondisi digunakan untuk melakukan tindakan logis apabila ditemukan kondisi sesuai dengan logika. Contoh mudahnya jika x bernilai 1 maka itu dikategorikan sebagai kondisi, begitu juga jika x bernilai 2, 3, 10 dan lain sebagainya.

Kondisi IF

Contoh:

<?php
$d=date(“D”);
if ($d==”Fri”) echo “selamat hari jumat!”;
?>

Kondisi IF ELSE

Contoh:

<?php
$d=date(“D”);
if ($d==”Fri”)
echo “selamat hari jumat!”;
else
echo “sekarang adalah hari selain jumat!”;
?>

Kondisi IF ELSEIF ELSE

Contoh:

<?php
$d=date(“D”);
if ($d==”Fri”)
echo “selamat hari jumat!”;
elseif ($d==”Sun”)
echo “selamat hari minggu!”;
else
echo “sekarang adalah hari selain jumat!”;
?>

PHP Switch

Hampir sama fungsinya dengan IF ELSEIF ELSE statement tetapi lebih terorganisi didalam 1 (satu) blok. Contoh jika saya punya variabel x dan saya mendapatkan input dari luar maka kode yang di eksekusi oleh switch adalah yang memiliki nilai logis sesuai.

Contoh:

<?php
switch ($x)
{
case 1:
echo “NOMOR 1”;
break;
case 2:
echo “NOMOR 2”;
break;
case 3:
echo “NOMOR 3”;
break;
default:
echo “TIDAK ADA NOMOR DIANTARA 1 DAN 3”;
}
?>

Read more

Kata Kunci Terkait:

Mari Belajar PHP Part 1

Pendahuluan.

Apa itu PHP? PHP adalah bahasa pemrograman untuk server-side scripting. Apa kepanjangan dari PHP? Kepanjangan dari PHP adalah Hypertext Preprocessor sengaja tidak saya Indonesia-kan biar gak salah pemahaman. Kenapa kita perlu mempelajari PHP? Karena tuntutan pekerjaan, saat ini kebanyakan beberapa perusahaan bonafit yang dibutuhkan adalah  seorang programmer PHP.

Kenapa harus PHP? Karena PHP memiliki beberapa keuntungan antara lain:

  1. PHP bisa berjalan pada platform Windows, Unix, Linux, dan lainnya.
  2. PHP kompatibel dengan beberapa server web yang digunakan misalnya Apache, IIS, dan lainnya.
  3. PHP gratis dan bisa didownload pada alamat www.php.net.
  4. PHP mudah dipelajari dan berjalan dengan sangat efisien pada server-side.

Apa itu PHP file? PHP file adalah file dengan ekstensi .php ; .php3 ; atau .phtml PHP file boleh mengandung isi text, kode HTML, dan skrip. PHP file memberikan output hasil ke web-browser sebagain plain HTML.

PHP Syntax.

Dasar PHP syntax, Sebuah script PHP selalu dimulai dengan <?php dan di akhiri dengan ?>. Script PHP boleh berada diantara 2 tag tersebut. Didalam penulisan biasanya orang mengganti tag <?php dengan tag <? hal ini tidak sangat dianjurkan karena isu kompabilitas. Jika ingin mendapatkan hasil maksimal disarankan utuk menggunakan tag <?php.

Contoh:

<?php
echo “Hello World”;
?>

PHP Variabel.

Variabel pada PHP digunakan untuk menyimpan informasi (bisa berupa bentuk apa saja contohnya string ataupun angka) dan dapat digunakan kapan saja ketika dibutuhkan. Semua variabel pada PHP selalu dimulai dengan simbol $.

Contoh:

<?php
$txt=”Hello World!”;
$x=123;
?>

Read more

Kata Kunci Terkait: