Cerpen si Gendut Bagian I

He he he… si gendut marah gara² tak bilangin nggak bisa menulis yang baik dan benar 😛 trus dia bikin cerpen deh baru di kasiin ke aku tadi sore. Ternyata dari 2 cerpen itu bagus kok tapi cuma 1 yang menarik perhatianku sih soalnya gaya bahasanya enak dibaca. Nih tak sharing saja ya lagian belum ada bahan baru buat nge-go-blog  rencananya sih mau nge-go-blog tentang rokok elektronik-ku tapi belum bisa soalnya masih ngurus website yang lain.. dari pada nggak update nanti kena google sandbox ya tak share aja deh….

gendutNih foto si gendut tapi jangan di godain ya soalnya ni pacarku 😛 orangnya sok imut, narsis, sok kecantikan, dan bawel!! yoo langsung saja ini cerpenn-ya belum ada judul apalagi penulisnya dengan pede-nya mengikrarkan kalau ada yang tertarik sama cerpen ini mau di jual ha ha ha dasar endyuttttt…

Belum Ada Judul

Hujan deras membasahi tubuh mungil seorang gadis yang sedang berlari mencari tempat perlindungan dari hujan. Sambil menengok kesana kemari gadis itu berusaha melihat apakah angkot yang dapat mengantrkannya ke kos nya itu lewat di depan tempat ia berteduh.

Setelah perjuangan nya yang keras melawan hujan si gadis itu dapat sampai ke kos nya yang mungil. Dan gadis itu tetap harus berusaha melewati jalan setapak untuk sampai di depan kosnya.

“huaaa sebelll ujan terus ihh.” Kata nia gadis yang kehujanan  itu setelah masuk ke dalam kos nya dan di sambut oleh teman teman nya yang sedang menonton tivi di ruang tamu. Sambil melepaskan sepatu dan mencoba mengibas ibaskan badan nya untuk mengurangi basah yang melekat di baju dan rambutnya.

“makanya bawa payung dong, lagian ngapain loe ke kampus, kan libur.” Kata ima teman satu kamar dan juga teman satu kampus nia, yang mendatanginya dan membantunya membawakan tas yang ada di bawa gadis itu.

Read more

Kata Kunci Terkait: