Priok Berdarah: Satpol PP VS Masyarakat?

Hmm… sekilas saya lihat video kerusuhan priok tadi malam saya langsung teringat peristiwa kerusuhan mei 1998 yang lalu. Susah juga menilai yang mana yang salah apakah satpol pp atau warga masyarakat? yang jelas susah sekali menilai kalau di lihat dari banyak sisi. Pertama petugas satpol pp yang ada di lapangan itu hanya menjalankan perintah ATASAN tanpa punya tujuan yang jelas untuk pribadi masing-masing. Kedua warga masyarakat juga MENUNTUT hak-nya sebagai warga negara yang tidak mau di perlakukan tidak adil, saya rasa juga warga masyarakat sudah mulai tidak suka dengan cara-cara premanisme yang diterapkan petugas satpol pp.

Setelah selesai kericuhan kemarin baru sekarang orang banyak pada sadar korban ada di kedua belah pihak, ada yang dari pihak satpol pp ada juga yang dari pihak warga masyarakat. Terus yang untung siapa yang rugi siapa? otak-nya alias penggerak satpol pp masih senyam-senyum di kantornya. Orang yang menggerakkan warga masyarakat siapa? dia lagi ngapain sekarang coba hayo… 🙂 yang mati itu siapa? yang luka itu siapa? yang ketawa-ketiwi siapa?

Akhir-akhir ini memang satpol pp yang saya perhatikan di televisi memang lebih cenderung bersifat premanisme. Lihat saja salah satu video pembongkaran rumah/bangunan saya perhatikan petugas satpol pp yang ada di lapangan ini bekerja benar-benar bekerja seperti preman. Kalau di perhatikan hal ini sebenarnya masih masuk kategori normal karena petugas di lapangan ini HANYA mengikuti perintah ATASAN tanpa memperhatikan efek lain terhadap masyarakat umum yang malah pada ujung imbasnya menciptakan kebencian kepada satpol pp (meskipun saya yakin tidak semua petugasnya premanisme).

Dibubarkan? tunggu dulu… ini tidak semudah membubarkan anak TK dari kerumunan potongan kue. Kalau satpol pp di bubarkan siapa yang akan menegakkan perda (peraturan daerah) karena disini polri tidak bisa masuk. Kalau sampai di bubarkan maka akan bertambah jumlah pengangguran di Indonesia, ini akan BERHASIL meningkatkan angka kriminalitas. Solusi terbaik? ada ide……..? mungkin lebih baik di revisi ulang yah itu satpol pp agar tidak bersinggungan dengan warga masyarakat, apalagi sekarang ini banyak warga masyarakat yang mudah sekali tersinggung, di senggol sedikit sudah terbakar hawa nafsu-nya.

Masyarakat juga saya rasa tidak benar, lebih banyak kejadian pembakaran itu hanya bersifat kebencian terhadap aparat yang di rasa telah melanggar hak dasar warga negara. Namun masyarakat juga tidak salah karena kebanyakan mereka adalah korban, korban kalau tidak melawan tidak akan menemukan keadilan… karena negeri ini lucu tidak ada yang mau membela korban…

Semoga menjadi renungan bersama siapa yang salah siapa yang harusnya bertanggung jawab… sekarang jaman panas jangan suka mancing-mancing kompor nanti meledak 😛

Kata Kunci Terkait:

11 thoughts on “Priok Berdarah: Satpol PP VS Masyarakat?”

  1. klu sy cuma sekedar informasi klu satpolpp itu mereka hanya korban pimpinan…setau sy mereka berpendidikan malah banyak antara mereka yng sarjana..mereka masuk jg dididik d sekolah polisi n rindah jaya tntara..terkadang sy liat mereka operasi biasanya mereka bilang dulu klu susah mereka mo ga mo mereka bertindak tegas..jadi sy cuma kasi sisi lain dari satpol pp..lg pula jasa mereka banyak ko Dsaat banjir mereka terjun langsung untuk membantu sbelum yng lain turun,Dan lain lain..mereka ibarat maju kena mundur kena itulah resiko mereka biarpun mereka bertentangan dng batin.sy bicara begini bukan unsur membela tp sy dapat informasi dari sumbernya langsung…klu mereka dibubarkan sperti apa bentuk pemda pasti semerawut…salam damaikanlah negeri kita slalu…

    Reply
  2. Saya tidak setuju bila dibubarkan !
    Pembenahan kedalam institusi satpol PP merupakan tindakan yang bijaksana, satpol PP bertindak atas order yang diperintahkan pemberi orderlah yang harus ditindak.

    Reply
  3. YA SAYA JUGA SETUJU …………..
    soal nya kan kalo pereman berseragam gak turun duluan dan bikin warga ketakutan kan jadi nya gak akan ada kejadian kaya gini huahh,
    kan kalo udah kaya gini kejadian nya emang ada apa orang yang mau tanggung jawab………. huah………. :p

    Reply
  4. sampurasuunnnn…… rekruitment dan pembinaan yang lebih terarah, jangan hanya kekuatan fisik yang diutamakan, ajari mereka nurani sehingga bisa tau siapa dirinya, dimana dia berapa dengan siapa dia berhadapan, insyaallah jika mereka mengenal “dirinya” semuanya aman terkendali. salam dari bogor

    Reply
  5. jika truz bgini salalu ada perang,demo,unjuk rasa,bentrok dinegara ini!
    saya akan mndukung para pejabat negri ini yg koruptor…
    karna untuk memperbaiki kerusakan akibat bentrok perlu biaya yg mahal…
    masyrakat hrusnya berpikir dlu baru bertempur bgitu juga satpol pp
    maaf ya…demi kdamaian kita

    Reply
  6. pol pp emank anjing,bantai”n aj,..
    gw prnh nglht pol pp lg razia,kejam bgd,gak ush d pkirin kl dy jd pngangguran,orang dy suka razia juga gak ad kerjaan,malah d acak” daganganny ..

    Reply
  7. saya rasa sebaiknya dibenahi saja sistemnya……jgn dibubarkan sat pol PP nya……
    kebijakan-kebijakan dari atasan itu yg harus adil……..jangan ada yg di rugikan…….

    Reply
  8. kasihan kalau di bubarkan nanti anak istri mereka makan apa dong? kayaknya yang perlu di benerin caranya deh… bukan di bubarkan nanti malah bikin masalah baru yaitu PENGANGGURAN.

    Reply

Leave a Comment

[+] yoyocici emoticons Istanto Personal Blog

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.