<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Istanto Personal Blog &#187; hotspot</title>
	<atom:link href="http://id.istanto.net/tag/hotspot/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://id.istanto.net</link>
	<description>Blogger Kampungan Yang Norak dan Gokil, Mari ngeBlog Biar goBlog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 12:33:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>Konfigurasi Compex WPE54G Sebagai Access Point Client</title>
		<link>http://id.istanto.net/2010/03/16/konfigurasi-compex-wpe54g-sebagai-access-point-client/</link>
		<comments>http://id.istanto.net/2010/03/16/konfigurasi-compex-wpe54g-sebagai-access-point-client/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 16 Mar 2010 08:22:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Istanto Adi Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[dodol]]></category>
		<category><![CDATA[ap client]]></category>
		<category><![CDATA[client]]></category>
		<category><![CDATA[hotspot]]></category>
		<category><![CDATA[konfigurasi ap client]]></category>
		<category><![CDATA[wifi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.istanto.net/?p=1472</guid>
		<description><![CDATA[Kebetulan kemarin ada client yang nanya bagaimana caranya konfigurasi AP yang bisa bertindak sebagai client untuk terhubung ke dalam jaringan hotspot saya. Berhubung jarak rumah-nya cukup jauh dengan menggunakan wi-fi bawaan laptop nggak dapat signal sama sekali (maklum disini terlalu rapat bangunannya). Akhirnya kita sepakat deh mau melakukan percobaan dulu, kebetulan saya punya AP bekas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kebetulan kemarin ada client yang nanya bagaimana caranya konfigurasi AP yang bisa bertindak sebagai client untuk terhubung ke dalam jaringan hotspot saya. Berhubung jarak rumah-nya cukup jauh dengan menggunakan wi-fi bawaan laptop nggak dapat signal sama sekali (maklum disini terlalu rapat bangunannya). Akhirnya kita sepakat deh mau melakukan percobaan dulu, kebetulan saya punya AP bekas merk compex wpe54g bekas dari jaman purba, lalu kebetulan juga saya masih simpan antena grid hyperlink 24dbi dengan antena tp-link 4dbi.</p>
<p style="text-align: justify;">Mulai deh kita coba pertama yaitu melakukan reset si compex ini. Berhubung ini compex dulunya konfigurasinya ikutan rt-rw net (jaman purba) semua konfigurasinya tidak mau di share sama administrator-nya katanya sih demi keamanan. Dengan sedikit jengkel akhirnya tuh AP saya reset sajalah&#8230; cara resetnya yaitu dengan menyalakan AP lalu menekan tombol reset kurang lebih 10 detik, kalau lebih malah AP menjadi mode switch.</p>
<p style="text-align: justify;">Akhirnya sukses juga terhubung, ternyata kuncinya adalah mematikan DHCP server di ap client dan menggunakan konfigurasi automatic IP di windows. Biar lebih jelasnya kita coba langkah-langkahnya agar mendetail.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah pertama adalah mematikan fitur DHCP di ap client, karena access-point saya menggunakan DHCP server dengan auto configuration sehingga kalau DHCP di sisi client ada yang aktif malah akan mengacaukan konfigurasi jaringan.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/wpe54g-port.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1475" title="wpe54g-port" src="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/wpe54g-port-300x167.jpg" alt="" width="300" height="167" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Langkah kedua setting AP sebagai client.<a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/wpe54g-ap-client-setup.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1476" title="wpe54g-ap-client-setup" src="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/wpe54g-ap-client-setup-300x166.jpg" alt="" width="300" height="166" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Langkah ketiga adalah melakukan survey, khusus bagian survey ini kalau menggunakan antena dengan gain yang semakin besar maka akan semakin banyak signal yang kita tangkap. Dalam percobaan saya menggunakan antena tp link 4dbi dengan jarak ke access-point berkisar 20-30 meter terhalang tembok, genteng, dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/wpe54g-survey.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1477" title="wpe54g-survey" src="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/wpe54g-survey-300x167.jpg" alt="" width="300" height="167" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Langkah ke-empat setelah semua konfigurasi benar simpanlah konfigurasi di ap client lalu reboot. Sekarang persiapan di sisi pc yang akan di hubungkan dengan ap client. cukup kita setting automatic agar konfigurasinya disesuaikan berdasarkan DHCP server.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/ip.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1478" title="ip" src="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/ip-267x300.jpg" alt="" width="267" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Setelah semua konfigurasi benar, tinggal kita nyalakan ap client lalu pc kita, tunggu sebentar sampai semua terhubung dengan konfigurasi server, setelah itu kita bisa ber-internet ria dengan sangat cepat. Rasanya seperti menggunakan kabel LAN kekuatan signal saya cek bahkan 100% <img src='http://id.istanto.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  untuk AP jenis dan merk lain yang bisa bekerja sebagai ap client sebenarnya prinsip dasarnya sama saja tinggal bagaimana orang yang melakukan konfigurasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Selamat mencoba <img src='http://id.istanto.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.istanto.net/2010/03/16/konfigurasi-compex-wpe54g-sebagai-access-point-client/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Konfigurasi TP-LINK Sebagai Repeater</title>
		<link>http://id.istanto.net/2010/03/15/konfigurasi-tp-link-sebagai-repeater/</link>
		<comments>http://id.istanto.net/2010/03/15/konfigurasi-tp-link-sebagai-repeater/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 09:19:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Istanto Adi Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iseng]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[hotspot]]></category>
		<category><![CDATA[repeater]]></category>
		<category><![CDATA[wifi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.istanto.net/?p=1461</guid>
		<description><![CDATA[Buat penyedia jaringan hotspot terkadang memiliki berbagai macam kendala di lapangan yang berbeda-beda, kebanyakan masalah yang terjadi adalah melemahnya signal wi-fi akibat dari interferensi atau faktor keadaan lingkungan sekitar. Misalnya pepohonan yang tinggi dan rimbun atau rumah yang kelewat tinggi yang berakibat menghalangi kekuatan signal hotspot. Tidak masalah kalau client anda mempunyai antena wajanbolic atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Buat penyedia jaringan hotspot terkadang memiliki berbagai macam kendala di lapangan yang berbeda-beda, kebanyakan masalah yang terjadi adalah melemahnya signal wi-fi akibat dari interferensi atau faktor keadaan lingkungan sekitar. Misalnya pepohonan yang tinggi dan rimbun atau rumah yang kelewat tinggi yang berakibat menghalangi kekuatan signal hotspot. Tidak masalah kalau client anda mempunyai antena wajanbolic atau antena grid, yang jadi masalah adalah kalau client anda adalah orang <em>gaptek</em> (gagap teknologi hehehe) atau client anda adalah orang yang kikir alias pelit tidak mau membeli peralatan untuk sisi client.</p>
<p style="text-align: justify;">Artikel berikut akan membahas bagaimana cara membuat repeater untuk memperluas jangkauan signal sekaligus menguatkan signal agar daerah yang menjadi target bisa mendapatkan signal yang dibutuhkan. Seperti kita ketahui umumnya sebuah Access-Point memiliki range jangkauan yang terbatas, itu belum terpengaruhi oleh faktor lain yang menyebabkan signal semakin melemah. Dalam percobaan nyata hasilnya ternyata sebuah access point hanya bisa menjangkau kurang lebih 10-50 meter itu masih akan di kurangi berbagai halangan yang membuat signalnya semakin melemah (percobaan dengan wifi laptop tanpa perangkat tambahan, tentunya akan berbeda kalau menggunakan tp-link sebagai client atau repeater apalagi yang menggunakan antena external dengan gain yang bagus).</p>
<p style="text-align: justify;">Baiklah karena semakin menyebalkan saja berikut ini adalah caranya mengkonfigurasi TP-LINK sebagai repeater. Yang perlu kita sediakan adalah sebagai berikut:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>AP TP-LINK <a href="http://www.alnect.net/products.php?/4/20/29/379/Networking/Wi-Fi_Connection/Wi-Fi_AP_&amp;_Router/Access_Point_Wi-Fi_TP-Link_TL-WA501G" target="_blank">TL-WA510G</a> atau <a href="http://www.alnect.net/products.php?/4/20/29/380/Networking/Wi-Fi_Connection/Wi-Fi_AP_&amp;_Router/Access_Point_Wi-Fi_TP-Link_TL-WA601G" target="_blank">TL-WA610G</a> atau  <a href="http://www.alnect.net/products.php?/4/20/29/848/Networking/Wi-Fi_Connection/Wi-Fi_AP_&amp;_Router/High_Power_Access_Point_Wi-Fi_TP-Link_TL-WA5110G" target="_blank">TL-WA5110G</a> (selain ketiga perangkat di atas ini saya tidak tau, makanya saya hanya menulis yang saya tau).</li>
<li>Sumber Listrik/Energy dan tempat.</li>
<li>Sedikit konfigurasi.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya yang menjadi masalah utama ketika kita akan membuat sebuah repeater adalah tempat dan sumber listrik yang akan digunakan untuk menghidupkan perangkat. Ini menjadi masalah kalau tetangga kita kikir alias pelit, padahal sebenarnya daya yang di gunakan sebuah repeater berkisar diantara 5 watt! ini setara dengan lampu bohlam kecil yang menyala. Kalau di <span style="text-decoration: underline;"><em>hitang-hitung </em></span>pemakaian listrik 1 bulan dengan asumsi 1kwh = Rp 200 menjadi 5x24x30 = 3600w kalau di konversikan ke kwh menjadi 3600/1000= 3.6 kwh maka yang perlu kita bayarkan adalah 3.6&#215;200 =<em> <span style="text-decoration: underline;"><strong>Rp 720 perak!</strong></span> .</em> Jadi ini bisa di  akali dengan memanfaatkan client, kita bisa pasang di rumah client yang memang menyewa akses hotspot kita. Kalau klient kita agak gaptek bohongin saja bilang biar koneksi internet klient bisa lebih cepat hahahaha&#8230; <img src='http://id.istanto.net/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align: justify;">Malah nyasar ke yang lain, balik lagi ke topik utama inilah caranya mengkonfigurasi TP-LINK sebagai repeater.</p>
<p style="text-align: justify;">1. Login.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/login.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1463" title="login" src="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/login-276x300.jpg" alt="" width="276" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">2.  Klik Network -&gt; lan (contoh: Ip Address adalah nomor IP repeater, gateway adalah nomor IP Access Point keduanya <strong>harus</strong> <span style="text-decoration: underline;"><em>berada dalam satu subnet mask range</em></span>) dan seterusnya untuk repeater berikutnya bisa menggunakan IP repeater.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/network.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1464" title="network" src="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/network-300x155.jpg" alt="" width="300" height="155" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">3.  Klik Wireless -&gt; Wireless Mode. Kalau AP anda support WDS function pilihlah repeater.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/repeater.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1465" title="repeater" src="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/repeater-300x55.jpg" alt="" width="300" height="55" /></a><br />
Kalau AP anda tidak support WDS function pilihlah universal repeater.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/universal-repeater.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1466" title="universal-repeater" src="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/universal-repeater-300x55.jpg" alt="" width="300" height="55" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">4. Klik Survey dan carilah SSID AP anda lalu klik connect maka otomatis MAC akan dimasukkan dalam konfigurasi, Untuk repeater berikutnya carilah SSID repeater anda lalu klik connect, dan seterusnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/survey.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1467" title="survey" src="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/survey-300x76.jpg" alt="" width="300" height="76" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">5. Optional, langkah ini diperlukan kalau anda menggunakan pengamanan wireles. Kalau tidak silahkan abaikan langkah ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/security.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1468" title="security" src="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/03/security-300x145.jpg" alt="" width="300" height="145" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Selesai, selamat berpusing ria hehehe <img src='http://id.istanto.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.istanto.net/2010/03/15/konfigurasi-tp-link-sebagai-repeater/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>23</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tips Promosi HotSpot</title>
		<link>http://id.istanto.net/2010/02/20/tips-promosi-hotspot/</link>
		<comments>http://id.istanto.net/2010/02/20/tips-promosi-hotspot/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Feb 2010 07:07:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Istanto Adi Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[game server]]></category>
		<category><![CDATA[hotspot]]></category>
		<category><![CDATA[promosi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.istanto.net/?p=1392</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu cara untuk menarik pengguna menggunakan hotspot adalah dengan cara memberikan beberapa service gratis. Jika dilihat kita tidak mungkin memberikan akses internet dengan gratis karena kita sendiri menjual akses internet. Tapi dengan sedikit kejelian sebenarnya kita bisa memanfaatkan intranet yang dapat kita gunakan sebagai media promosi &#8220;gratisan&#8221; untuk para pengguna hotspot. Sekarang ini kebanyakan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Salah satu cara untuk menarik pengguna menggunakan hotspot adalah dengan cara memberikan beberapa service gratis. Jika dilihat kita tidak mungkin memberikan akses internet dengan gratis karena kita sendiri menjual akses internet. Tapi dengan sedikit kejelian sebenarnya kita bisa memanfaatkan intranet yang dapat kita gunakan sebagai media promosi &#8220;<em>gratisan</em>&#8221; untuk para pengguna hotspot.</p>
<p style="text-align: justify;">Sekarang ini kebanyakan pengguna akses hotspot adalah anak sekolah SMP/SMU/SMK dan mahasiswa, ini bisa kita gunakan sebagai analisa dasar service intranet apa saja yang bisa kita manfaatkan sebagai media promosi.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Buatlah sebuah server DataBank.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Data bank disini maksudnya adalah media umum yang dapat diakses oleh semua pengguna hotspot yang terhubung ke dalam jaringan. Isi-nya bisa sangat bervariasi bisa berupa lagu, film, atau mungkin artikel-artikel tentang pendidikan mengingat kebanyakan pengguna hotspot adalah rata-rata masih sekolah. Ini akan menarik pengguna terhubung kedalam jaringan hotspot kita.</p>
<ul style="text-align: justify;">
<li>Buatlah sebuah aplikasi konektivitas intranet.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Khusus untuk bagian ini saya mencoba menawarkan salah satu produk saya yaitu gameserver Atlantia. Gameserver ini bisa digunakan sebagai aplikasi gratis untuk promosi hotspot. Penawaran licensi harganya adalah Rp 10.000.000 per server informasi lebih lanjutnya bisa di lihat di <a href="http://www.nexmutk.com" target="_blank">www.nexmutk.com</a>. Untuk aplikasi yang lain kita bisa memberikan sejenis aplikasi chatting untuk jaringan intranet.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan media promosi seperti ini kita bisa menarik banyak pengguna untuk terhubung ke dalam jaringan hotspot kita, setelah terhubung mereka bisa menikmati beberapa service gratis itu sebelum pengguna memutuskan untuk membeli akses yang kita sediakan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.istanto.net/2010/02/20/tips-promosi-hotspot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Jaringan HOTSPOT Seri 2</title>
		<link>http://id.istanto.net/2010/02/01/membangun-jaringan-hotspot-seri-2/</link>
		<comments>http://id.istanto.net/2010/02/01/membangun-jaringan-hotspot-seri-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Feb 2010 07:23:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Istanto Adi Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Serius]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[billing]]></category>
		<category><![CDATA[gabung warnet dengan hotspot]]></category>
		<category><![CDATA[hotspot]]></category>
		<category><![CDATA[hotspot komersial]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan hotspot]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.istanto.net/?p=1342</guid>
		<description><![CDATA[Artikel ini guna melanjuti dan memperbaiki segala bentuk kekurangan dan ketidak-jelasan dari artikel lama tentang membangun jaringan hotspot. Diharapkan setelah artikel ini tidak akan ada artikel tambahan lagi. Seperti sudah kita ketahui penjelasan basic jaringan hotspot dari seri pertama terkendala karena banyak ragamnya topologi jaringan sehingga menyulitkan beberapa pembaca yang semakin kebingungan bagaimana menerapkan pembangunan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Artikel ini guna melanjuti dan memperbaiki segala bentuk kekurangan dan ketidak-jelasan dari artikel lama tentang <a href="http://id.istanto.net/2009/11/05/membangun-jaringan-hotspot" target="_blank">membangun jaringan hotspot</a>. Diharapkan setelah artikel ini tidak akan ada artikel tambahan lagi. Seperti sudah kita ketahui penjelasan basic jaringan hotspot dari seri pertama terkendala karena banyak ragamnya topologi jaringan sehingga menyulitkan beberapa pembaca yang semakin kebingungan bagaimana menerapkan pembangunan jaringan hotspot di dunia nyata.</p>
<p style="text-align: justify;">Adapun peralatan dan syarat yang harus kita penuhi antara lain:</p>
<ol>
<li style="text-align: justify;">Router/AP Wi-Fi (Referensi hardware bisa dilihat di <a href="http://www.alnect.net/product.php?/4/20/29/Networking/Wi-Fi_Connection/Wi-Fi_AP_&amp;_Router/bylprice" target="_blank">http://www.alnect.net/product.php?/4/20/29/Networking/Wi-Fi_Connection/Wi-Fi_AP_&amp;_Router/bylprice</a>).</li>
<li style="text-align: justify;">Koneksi internet (Bisa dari beragam ISP yang tersedia di daerah masing-masing, bisa juga menggunakan provider GSM/CDMA)</li>
<li style="text-align: justify;">Sebuah PC sebagai server (Optional, khusus untuk Wi-Fi yang berbasis komersial/berbayar)</li>
<li style="text-align: justify;">Sedikit pengetahuan tentang jaringan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Dalam artikel ini saya akan memberikan penjelasan secukupnya tentang membangun jaringan wi-fi di jaringan warnet yang sudah tersedia sebelumnya. Topologi ini bisa di adopsi untuk semua jenis topologi jaringan tergantung kebutuhan dan kegunaannya. Jadi kalau ada yang bilang dengan mengikuti artikel ini akan menyulitkan dalam aplikasi orang tersebut adalah orang <strong>GOBLOG</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebetulan di warnet saya sudah tersedia jaringan LAN NETWORK yang melayani kebutuhan akses internet dengan media berbasis kabel. Karena perkembangan jaman sekarang jaringan model FIX ini sangat kurang kompeten sehingga mau tidak mau saya harus membangun jaringan hotspot TANPA merusak/mengganggu jaringan warnet yang sudah ada. Adapun topologi jaringannya adalah sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/02/topologi-jaringan.jpg"></a><a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/02/topologi-jaringan.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1346" title="topologi-jaringan" src="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/02/topologi-jaringan-300x182.jpg" alt="" width="300" height="182" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Semoga paham tentang topologi di atas, sekarang akan kita mulai untuk membangun jaringan sebenarnya. Saya akan menjelaskan dengan sample IP sehingga kalau mau mengikuti harap mengikuti jaringan kalian sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah pertama belilah salah satu peralatan untuk Router/AP wi-fi ini (kalau bisa di tempat referensi karena bagus pelayanannya). Langkah kedua asumsikan bahwa kalian telah mempunyai akses internet (dalam sample ini saya menggunakan telkomspeedy). Langkah ketiga aturlah jaringan kalian menurut topologi yang sesuai dengan jaringan masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="text-decoration: underline;"><strong>SAMPLE</strong></span>:</p>
<ol style="text-align: justify;">
<li>Router/Modem saya menggunakan IP 192.168.1.1</li>
<li>Router/AP Wi-fi Saya menggunakan IP 192.168.1.3 dengan gateway 192.168.2</li>
<li style="text-align: justify;">Server/Billing saya menggunakan 2 NIC yang pertama IP 192.168.1.2 dengan gateway 192.168.1.1, yang kedua IP 192.168.1.254 dengan gateway 192.168.1.1 (Asumsikan kedua NIC mempunyai akses internet karena untuk HotSpot berbasis komersial/berbayar membutuhkan sebuah gateway komputer sebagai pencatat billing, begitu juga untuk jaringan lan membutuhkan billing untuk warnet)</li>
<li style="text-align: justify;">Client 1 sampai dengan 10 menggunakan IP Static mulai dari 192.168.1.4 &#8211; 192.168.14 dengan gateway 192.168.1.1 (IP billing 192.168.1.254)</li>
<li style="text-align: justify;">Client A, PSP, dan Handphone menggunakan DHCP server dari IP 192.168.1.99 dengan range IP mulai dari 192.168.1.15 &#8211; 192.168.1.253 (IP billing 192.168.1.2)</li>
</ol>
<p style="text-align: justify;">Langkah keempat, setelah jaringan kalian asumsikan benar dan berfungsi  dengan benar sebenarnya jaringan HotSpot dan warnet sudah siap. Tinggal kalian melakukan setting DHCP server di router/AP Wi-Fi contohnya seperti ini:</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>SAMPLE</strong>:<a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/02/DHCP-setting.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1353" title="DHCP-setting" src="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/02/DHCP-setting-300x183.jpg" alt="" width="300" height="183" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Gambar di atas di asumsikan DHCP server akan memberikan IP secara otomatis jika ada client yang terhubung dari range 192.168.1.100 &#8211; 192.168.1.199 Setingan gateway dan DNS sebenarnya bisa saja di kosongkan tapi kalau ada yang terkendala dengan koneksi internet setelah terhubung coba di sesuaikan dengan setting jaringan masing-masing.</p>
<p style="text-align: justify;">Langkah kelima hotspot kalian sudah siap untuk digunakan oleh orang umum.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/02/sinyal-hotspot1.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1354" title="sinyal-hotspot" src="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/02/sinyal-hotspot1-300x175.jpg" alt="" width="300" height="175" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk yang menginginkan keamanan lebih bisa mencoba menerapkan teknik firewall yang ada, defaultnya router/AP wi-fi yang saya beli kemarin sudah menyediakan fasilitas keamanan yang baik seperti contohnya proteksi IP, proteksi MAC, dan manajemen block domain. Meskipun tidak 100% aman dengan menggunakan fasilitas ini keamanan hotspot akan lebih satu tingkat di atas hotspot yang terbuka untuk umum.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/02/router-firewall.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1355" title="router-firewall" src="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/02/router-firewall-300x183.jpg" alt="" width="300" height="183" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Untuk yang ingin lebih aman lagi di atas satu tingkat bisa menerapkan wireless security menggunakan WPA-PSK atau WPA2-PSK, setting ini akan menyebabkan client yang ingin terhubung ke hotspot harus memasukkan password. bisa juga menggunakan MAC filter, atau fasilitas binding IP/MAC.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/02/wireless-security.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1356" title="wireless-security" src="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/02/wireless-security-300x183.jpg" alt="" width="300" height="183" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Khusus untuk hotspot komersial/berbayar ada baiknya kita membuka sampai lebih dalam lagi tentang billing. Untuk billing warnet mungkin tidak akan menemui kendala karena saya yakin sudah paham rata-rata. Khusus untuk billing HotSpot ini karena program-nya masih terbatas akan saya coba jelaskan dengan billing Antamedia HotSpot.</p>
<p style="text-align: justify;">Topologi jaringan yang di anjurkan Antamedia HotSpot ada 3 yaitu bisa kalian lihat sendiri di <a href="http://www.antamedia.com/manuals/hotspot/topology1.htm" target="_blank">Topologi 1</a>, <a href="http://www.antamedia.com/manuals/hotspot/topology2.htm">Topologi 2</a>, dan <a href="http://www.antamedia.com/manuals/hotspot/topology3.htm" target="_blank">Topologi 3</a>. Semua topologi memiliki kelebihan dan kekurangan serta banyaknya jumlah client yang bisa di layani jadi sebaiknya kalian baca dan pahami dengan benar sebelum membangun toplogi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam <strong>SAMPLE</strong> nyata penggunaan topologi saya di atas jaringan saya mampu melayani kurang lebih 150 client. Seting billing Antamedia terbilang cukup mudah saya menggunakan NIC 192.168.1.2 sebagai gateway HotSpot. Dalam percobaan dalam realita nyata saya tidak menemui kendala berarti, kedua jaringan saling berhubungan dan berfungsi dengan baik.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam percobaan biling ternyata saya menemukan ada sedikit bug/error dari billing antamedia ini sebenarnya tidak terlalu mengganggu, tapi rasanya tidak etis kalau saya bocorkan ke orang umum karena bisa merugikan banyak pihak terutama pihak penjual akses. Billing antamedia akan langsung melakukan <em>redirection</em> apabila user yang terhubung ke dalam jaringan mencoba mengakses internet.</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/02/billing-hotspot.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1350" title="billing-hotspot" src="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/02/billing-hotspot-300x175.jpg" alt="" width="300" height="175" /></a></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/02/billing-hotspot-2.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-1351" title="billing-hotspot-2" src="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2010/02/billing-hotspot-2-300x175.jpg" alt="" width="300" height="175" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Kalau seandainya apabila ada yang mengalami kesulitan dalam pembangunan jaringan HotSpot + Warnet + Billing saya bersedia membantu setup jaringan kecil dengan biaya Rp 5.000.000 khusus untuk jaringan besar Office/Mall/Universitas biayanya Rp 30.000.000 (bukan promosi, ilmu itu mahal).</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga artikel ini memberikan pencerahan, kalau masih nggak mengerti memang kalian <strong>GOBLOG</strong>!</p>
<p style="text-align: justify;">*<em>ARTIKEL INI TIDAK MENUTUP KEMUNGKINAN MASIH AKAN DI EDIT.</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.istanto.net/2010/02/01/membangun-jaringan-hotspot-seri-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Membangun Jaringan HOTSPOT</title>
		<link>http://id.istanto.net/2009/11/05/membangun-jaringan-hotspot/</link>
		<comments>http://id.istanto.net/2009/11/05/membangun-jaringan-hotspot/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 22:05:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Istanto Adi Nugroho</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iseng]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[Serius]]></category>
		<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[hotspot]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[mac address]]></category>
		<category><![CDATA[pengaman hotspot]]></category>
		<category><![CDATA[sniffer]]></category>
		<category><![CDATA[wireles]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://id.istanto.net/?p=886</guid>
		<description><![CDATA[Sebenarnya sudah kepengen menulis artikel tentang membangun jaringan hotspot ini dari beberapa bulan kemarin tapi akhirnya hari ini baru kesampaian sempat menulis hehehe&#8230; Ingin buat hotspot untuk promosi kafe, hotel, atau tempat sejenis? sekarang memang jamannya untuk promosi kafe dengan menggunakan hotspot, dimana-mana saya liat kebanyakan (tapi masih jarang) kafe menyediakan hotspot gratis. Sebenarnya ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Sebenarnya sudah kepengen menulis artikel tentang membangun jaringan hotspot ini dari beberapa bulan kemarin tapi akhirnya hari ini baru kesampaian sempat menulis hehehe&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Ingin buat <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Hotspot" target="_blank">hotspot</a> untuk promosi kafe, hotel, atau tempat sejenis? sekarang memang jamannya untuk promosi kafe dengan menggunakan hotspot, dimana-mana saya liat kebanyakan (tapi masih jarang) kafe menyediakan hotspot gratis. Sebenarnya ini salah satu trik bisnis menarik pembeli saja&#8230; biar kelihatan keren&#8230; &#8220;wah si A online dari pasar minggu, gratis!&#8221; dan si pemilik kafe pun tersenyum lebar karena kafenya jadi terkenal&#8230; tapi gak masalah&#8230; bukan itu yang akan kita bahas. Yang akan kita bahas adalah memahami dan bagaimana membangun jaringan hotspot sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;">Sama dengan basic dasar jaringan, hotspot juga intinya sama.  Bedanya hanya hotspot ini menggunakan media <em>tanpa kabel</em>. Gak ada yang istimewa dengan jaringan tanpa kabel ini kecuali hanyalah kebebasan dimana saja (repot kan harus narik kabel) bisa digunakan asal masih dalam range/cakupan/jangkauan. Alat yang diperlukan juga nggak perlu canggih-canggih banget, cukup dengan seperangkat <span style="text-decoration: line-through;">alat solat</span> (lho) maksudnya alat wireles yang bisa receive(gak wajib) dan broadcast selesai deh perkara. Dalam hal ini bisa saja beragam alat digunakan tapi umumnya menggunakan akses point (AP).</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2009/11/access-points.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-888" title="access-points" src="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2009/11/access-points-173x300.jpg" alt="access-points" width="173" height="300" /></a></p>
<p style="text-align: justify;">Referensi AP dan setingannya silahkan baca BUKU PANDUAN yaaa.. biasanya pembelian AP disertai buku panduan jadi mohon dibaca biar tau cara settingnya, Untuk pengamanan bisa menggunakan  cara manual <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sniffer_Paket" target="_blank">sniffer</a> untuk mengecek lalu lintas traffic, kalau mau lebih aman lagi batasi dengan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/MAC_address" target="_blank">MAC address</a>. Biar lebih mudah dipahami dan masuk dengan sempurna ke otak mending lihat gambar ilustrasi ini deh biar mantep&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2009/11/hotspot.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-887" title="hotspot" src="http://id.istanto.net/wp-content/uploads/2009/11/hotspot-300x158.jpg" alt="hotspot" width="300" height="158" /></a>Ini cuma contoh ilustrasi saja bagaimana sebenarnya alur jaringan bekerja. Dalam gambar saya beri contoh akses internet dari speedy lalu ke modem lalu dari modem ke akses point (AP) akses point broadcast lalu netbook, notebook, handphone atau alat apa saja yang memiliki wifi yang masuk dalam range bisa mendapatkan signal yang dipancarkan AP.</p>
<p style="text-align: justify;">Mudah bukan memahami bagaimana jaringan hotspot bekerja? ya sudah kalau paham dan punya alat buat saja hehehe&#8230; untuk hotspot yang komersial alias berbayar mungkin/wajib perlu tambahan billing hotspot dan pengamanan yang ketat (taulah sifat dasar manusia pengennya gratisan), umumnya program biling hotspot tidak gratisan ada kok yang jual&#8230; <img src='http://id.istanto.net/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://id.istanto.net/2009/11/05/membangun-jaringan-hotspot/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
