Membuat Aplikasi Kantin

Ahhh, sudah berapa milyar tahun saya nggak nge-go-Blog-in orang karena kesibukan saya bertapa diatas gunung mahameru hehehe.. kebetulan suasana hati lagi agak asik jadi saya putuskan untuk menulis sedikit deh. Artikel kali ini sebenarnya bukan tutorial tapi lebih terarah ke cerita. Yup, cerita saya dikantor ketika iseng membuat sebuah aplikasi untuk memudahkan manajemen dan payroll yang setiap bulannya selalu ribet bin memusingkan.

Ya seperti biasalah cerita awalnya dimulai… alkisah suatu hari ketika akhir bulan, para staff pada stress berat hitungin gaji karyawan akibatnya pada lembur pulang jam 2 pagi hahaha.. Keesokan harinya setelah saya perhatikan ternyata yang banyak membuang waktu adalah penghitungan utang kantin dan utang koperasi. Daripada saya nganggur bin sotoy saya coba deh bantu mereka dengan membuat aplikasi kantin yang simple. Kebetulan juga ketika awal saya masuk disini salah satu task yang belum saya selesaikan (karena malas hehe) adalah aplikasi kantin ini untuk kepentingan payroll.

Untuk tampilan antar muka saya gunakan versi desktop sajalah, karena kebanyakan orang disini kalau gak dalam bentuk desktop program di bilang bukan program.. maklum SDM yang harus disesuaikan bukan systemnya . Sedangkan untuk databasenya 100% semua saya percayakan pada MySQL yang handal. Blablabla casciscus jadilah kira-kira seperti ini prototype aplikasi kantin yang saya buat.

Simple sekali aplikasi yang saya buat kan? tapi jangan salah ini bisa dikembangkan sampai seluas-luasnya, database berada dijaringan dengan mode auto resurection (maklum data berharga hihi), sang penjaga kantin cuma perlu klak-klik-jreng-reng selesai deh 😀 Program ini juga bisa melakukan edit database dengan trik “gak pake ribet” semua serba otomatis dan jauh dari kecurangan. Manajemen bakal lebih enak ketika akhir bulan cukup dengan satu kali klik mouse jawabannya sudah dapat hihihi..

Oppsss… apa tuh arti maksud kecurangan? ya memang gak baik menuduh tapi memang kenyataannya begitu saya perhatikan ketika dengan penghitungan manual sang penjaga kantin ini main tembak harga seenak kepala dia hehe.. bayangkan saja masa ada karyawan makan dikantin habis 500 ribu, apa gak sotoy tuh penjaga kantin korupsi gak kira-kira

Langkah berikutnya adalah membuat sebuah sistem otomatisasi otorisasi, sebenarnya saya ada beberapa ide untuk sentuhan akhir yaitu dengan menggunakan :

  1. Magnetic card (kayak gesek atm)
  2. Fingerprint (sidik jari)
  3. BarCode/QR Code Scanner (kayak di indomaret haha)
  4. Manual (log petugas).

Yah soal ini kayaknya tergantung keputusan yang berkuasa deh karena setiap device ada harganya jadi belum saya tentukan. Udah ah nanti kalau ada waktu saya menulis lagi mungkin aplikasi koperasi yang akan terhubung dengan kantin dengan hasil akhir payroll. Selamat bermalam minggu!

Salam GoBlog!

Istanto Adi Nugroho

Recent Posts

Cara Install Dingux (Dingoo Linux) Untuk Dingoo A320

Maaf sudah hampir satu minggu lebih saya gak menulis di blog ini, soalnya banyak kesibukan…

1 day ago

Arti Warna Warni Dalam Feng Shui

Artikel ini buat yang percaya feng Shui saja ya, yang nggak suka juga gpp buat…

4 weeks ago

Mengganti APACHE ke LIGHTTPD

Maaf artikel ini bahasanya rada amburadul soalnya di gendut pagi² berisik pengen nulis di blog…

1 month ago

5 Tips Hindari Mata Lelah di Depan Monitor

Beberapa dari kita tentu memiliki kebiasaan untuk berlama-lama di depan monitor. Entah itu untuk bekerja,…

2 months ago

Virtual Host di XAMPP/LAMPP

Karena semakin banyaknya permintaan materi referensi tentang virtual host ini saya mau coba menuliskan sedikit…

2 months ago

Tips Untuk Mengatasi Masalah Kebotakan Akibat Rambut Rontok Pria dan Wanita

Go go botakers...! Hehehe maaf banget ya buat yang botak saya nggak ada maksud menghina…

2 months ago