Konfigurasi TP-LINK Sebagai Repeater

Pada Monday, 15 March, 2010 Jam 16:19 Di Tulis Oleh Istanto Adi Nugroho
Artikel dalam kategori Iseng, Pribadi, Tutorial

BACA ARTIKEL INI DALAM FORMAT AMP Konfigurasi TP-LINK Sebagai Repeater

Buat penyedia jaringan hotspot terkadang memiliki berbagai macam kendala di lapangan yang berbeda-beda, kebanyakan masalah yang terjadi adalah melemahnya signal wi-fi akibat dari interferensi atau faktor keadaan lingkungan sekitar. Misalnya pepohonan yang tinggi dan rimbun atau rumah yang kelewat tinggi yang berakibat menghalangi kekuatan signal hotspot. Tidak masalah kalau client anda mempunyai antena wajanbolic atau antena grid, yang jadi masalah adalah kalau client anda adalah orang gaptek (gagap teknologi hehehe) atau client anda adalah orang yang kikir alias pelit tidak mau membeli peralatan untuk sisi client.

Artikel berikut akan membahas bagaimana cara membuat repeater untuk memperluas jangkauan signal sekaligus menguatkan signal agar daerah yang menjadi target bisa mendapatkan signal yang dibutuhkan. Seperti kita ketahui umumnya sebuah Access-Point memiliki range jangkauan yang terbatas, itu belum terpengaruhi oleh faktor lain yang menyebabkan signal semakin melemah. Dalam percobaan nyata hasilnya ternyata sebuah access point hanya bisa menjangkau kurang lebih 10-50 meter itu masih akan di kurangi berbagai halangan yang membuat signalnya semakin melemah (percobaan dengan wifi laptop tanpa perangkat tambahan, tentunya akan berbeda kalau menggunakan tp-link sebagai client atau repeater apalagi yang menggunakan antena external dengan gain yang bagus).

[to_like]

Baiklah karena semakin menyebalkan saja berikut ini adalah caranya mengkonfigurasi TP-LINK sebagai repeater. Yang perlu kita sediakan adalah sebagai berikut:

  1. AP TP-LINK TL-WA510G atau TL-WA610G atau  TL-WA5110G (selain ketiga perangkat di atas ini saya tidak tau, makanya saya hanya menulis yang saya tau).
  2. Sumber Listrik/Energy dan tempat.
  3. Sedikit konfigurasi.

Sebenarnya yang menjadi masalah utama ketika kita akan membuat sebuah repeater adalah tempat dan sumber listrik yang akan digunakan untuk menghidupkan perangkat. Ini menjadi masalah kalau tetangga kita kikir alias pelit, padahal sebenarnya daya yang di gunakan sebuah repeater berkisar diantara 5 watt! ini setara dengan lampu bohlam kecil yang menyala. Kalau di hitang-hitung pemakaian listrik 1 bulan dengan asumsi 1kwh = Rp 200 menjadi 5x24x30 = 3600w kalau di konversikan ke kwh menjadi 3600/1000= 3.6 kwh maka yang perlu kita bayarkan adalah 3.6×200 = Rp 720 perak! . Jadi ini bisa di  akali dengan memanfaatkan client, kita bisa pasang di rumah client yang memang menyewa akses hotspot kita. Kalau klient kita agak gaptek bohongin saja bilang biar koneksi internet klient bisa lebih cepat hahahaha… 😛

Malah nyasar ke yang lain, balik lagi ke topik utama inilah caranya mengkonfigurasi TP-LINK sebagai repeater.

1. Login.

2.  Klik Network -> lan (contoh: Ip Address adalah nomor IP repeater, gateway adalah nomor IP Access Point keduanya harus berada dalam satu subnet mask range) dan seterusnya untuk repeater berikutnya bisa menggunakan IP repeater.

3.  Klik Wireless -> Wireless Mode. Kalau AP anda support WDS function pilihlah repeater.


Kalau AP anda tidak support WDS function pilihlah universal repeater.

4. Klik Survey dan carilah SSID AP anda lalu klik connect maka otomatis MAC akan dimasukkan dalam konfigurasi, Untuk repeater berikutnya carilah SSID repeater anda lalu klik connect, dan seterusnya.

5. Optional, langkah ini diperlukan kalau anda menggunakan pengamanan wireles. Kalau tidak silahkan abaikan langkah ini.

Selesai, selamat berpusing ria hehehe 😀

[/to_like]

Kamu boleh memberikan komentar, atau melakukan trackback dari blog kamu.

Kata Kunci Terkait:

  • setting repeater
  • setting repeater tp link
  • tp link repeater
  • cara setting repeater
  • cara setting repeater tp link
  • repeater tp link
  • kelebihan dan kekurangan repeater
  • konfigurasi repeater
  • jual repeater wifi
  • cara setting repeater tp-link
  • membuat wireless bridge TP-link
  • Kelemahan Repeater
  • setting access point sebagai repeater
  • perbedaan repeater dan universal repeater
  • Repeater hotspot
  • tp-link repeater
  • cara memasang repeater
  • cara memasang tp link
  • seting repeater
  • setting tp link
  • repeater tplink
  • setting wds tp link
  • setting tp link sebagai repeater
  • harga repeater wifi
  • cara membuat repeater
  • setting bridge tp link
  • setting wifi tp link
  • Memperluas Jangkauan Access Point Dengan WDS Mesh
  • cara setting repeater tp-link tl-wa5110g
  • cara pasang repeater
  • setting repeater wifi
  • wireless repeater tp link
  • beda repeater dan universal repeater
  • TPLINK REPEATER
  • setting repeater tp-link
  • setting tp link repeater
  • cara kerja tp link
  • perbedaan repeater dengan universal repeater
  • setting TP-Link sebagai repeater
  • setting access point menjadi repeater
  • setting ip camera tp link
  • kelebihan dan kelemahan repeater
  • setting wifi eksternal tplink
  • setting tl-wa5110g
  • harga repeater lan
  • repeater tp-link
  • TL-WA5110G repeater
  • setting tp-link tl-wa701nd
  • cara seting repeater
  • cara setting wds tp link
  • membuat repeater wifi
  • beda repeater dengan universal repeater
  • cara setting repeater wifi
  • cara memasang tp-link
  • setting ap sebagai repeater
  • konfigurasi TP Link
  • cara setting ip camera tp link
  • cara mengetahui password modem tp link
  • SETTING TP LINK TL-WA701ND
  • setting tp link wa5110g
  • cara memperluas jaringan hotspot
  • ap sebagai repeater
  • cara setting tp link wa5110g
  • setting TP link WA701ND
  • PENGERTIAN UNIVERSAL REPEATER
  • cara kerja repeater
  • wa5110g sebagai pemancar
  • setting access point tp link sebagai repeater
  • kelebihan repeater
  • cara kerja repeater wifi
  • setting repeater tp link wa5110g
  • cara setting access point sebagai repeater
  • kelemahan dan kelebihan repeater
  • repeater wifi tp link
  • manfaat TP-link
  • definisi mode repeater
  • jual wifi repeater
  • membuat repeter dengan tl wa500g
  • Konfigurasi TP-LINK Sebagai Repeater
  • setting wds repeater
  • cara repeater wifi
  • jual repeater lan
  • memasang repeater
  • kekurangan dan kelebihan repeater
  • cara setting access point menjadi repeater
  • setting repeater tplink
  • setting wa500g sebagai repeater
  • setting wds tp-link
  • cara setting tp link
  • setting repeater wireless
  • konfigurasi Tp-Link
  • repeater setting
  • manfaat tp link
  • cara setting tl-wa701nd
  • cara setting tl-wa901nd
  • cara pemasangan repeater
  • setting tplink sebagai repeater
  • hotspot repeater
  • setting wireless tp-link AP tanpa internet
  • tp link untuk repeater
    Digg Del.icio.us StumbleUpon Reddit Twitter RSS

63 Komentar pada artikel “Konfigurasi TP-LINK Sebagai Repeater”

  1. istanto berkata:

    Pada March 18th, 2010 Jam 5:01 PM

    ada sedikit kekeliruan yaitu ketika menyeting repeater berikutnya IP gateway tetap IP utama AP jadi repeater sebelumnya hanya sebagai bridge 😀

  2. Capten Maman berkata:

    Pada January 26th, 2013 Jam 12:01 PM

    Numpang nanya bang,…

    Topologi Jaringan saya,
    Modem –> PC Router –> Root AP –> TL-WA5110g/Repeater –> Client

    PC Router
    IP LAN : 192.168.1.1
    Netmask : 255.255.255.0
    GW: 192.168.1.1
    DHCP : 192.168.1.100 – 192.168.1.200

    Root AP
    IP LAN : 192.168.1.2 (Agar tetap bisa setting AP dari jaringan lokal)
    Netmask : 255.255.255.0
    Di Setting sebagai AP
    Wireless Security = Disable (Tanpa WEP Key)

    TL-WA5110g/Repeater
    IP LAN : 192.168.1.3 (Berharap bisa di Maintenance dari jaringan lokal)
    Netmask : 255.255.255.0
    GW : 0.0.0.0
    Mode Operasi : Access Point (AP)
    Mode Warless : Universal Repeater (Mac address = Mac Address dari LAN Root AP)

    Client
    1. Saat mencoba topologi
    Modem –> PC Router –> Client
    – Saya mendapat IP 192.168.1.100, dan
    – Dapat terhubung ke internet

    1. Saat mencoba topologi
    Modem –> PC Router –> Root AP –> TL-WA5110g/Repeater –> Client
    – Jika saya terhubung dengan Root AP, Hal yang sama juga saya dapatkan + saya bisa mengontrol Root AP dan TL-WA5110g.
    – Namun jika saya terhubung dengan TL-WA5110, saya cuman bisa mengontrol Repeater,
    dan juga saya tidak bisa terhubung ke internet.

    NB:
    Di status Repeater, Mac Address Warless = Mac address wired, padahal setahu saya harusnya Mac Address Warless = Mac address LAN Root AP.

    PERTANYAAN :
    Kesalahan saya ada di bagian mana mas,…??
    Dan Solusinya bagaiman,…??
    Mohon bantuannya..

  3. wa berkata:

    Pada March 24th, 2010 Jam 10:36 AM

    wah… info bagus…

    yg masih binggung:
    gateway disini ini yg dimaksud adalah IP modem nya atau IP AP utamanya ya?

  4. Istanto berkata:

    Pada March 24th, 2010 Jam 12:40 PM

    @wa: gatewaynya sampai repeater berikutnya tetap menggunakan IP AP utama. Sudah di konfirmasi juga sama teman² di opensource forum 😀

  5. tri berkata:

    Pada April 4th, 2010 Jam 10:32 AM

    mas, kalau kita ingin memasang antena tambahan di tempat yang kita pasang repeater, berarti harus menggunakan 2 AP
    AP utama –> AP penangkap (pake wajan bolic) seting client –> AP Pemancar (Pake antena Omni) seting AP

    Bener gak mas alurnya begitu??
    makasih sebelumnya……

  6. Istanto berkata:

    Pada April 4th, 2010 Jam 4:34 PM

    Gak perlu, AP utama tetap 1. Ditempat tambahan itu AP di set sebagai repeater jadi dia cuma meneruskan sinyal dari AP utama, jadi dia broadcast SSID dari AP utama (berfungsi seperti layaknya AP utama) antena tambahan itu cuma sebagai bridge supaya signal AP utama bisa di tangkap oleh repeater dan di teruskan. Irit kan nggak perlu konfigurasi jaringan muter-muter hehehe cuma repot investasi awal beli radio+antena 😀

  7. hariyan berkata:

    Pada April 6th, 2010 Jam 3:31 PM

    blog sampean keren2
    ta save ya

  8. wisnu berkata:

    Pada April 7th, 2010 Jam 3:17 PM

    melanjutkan pertanyaan pak tri.
    kalo cuma butuh 1 ap saja dan difungsikan sebagai repeater. kalo memakai wajanbolic, apa pemancaran sinyal repeaternya juga bagus (kalo pake wajanbolic/grid kan sinyalnya searah saja). kalo ap dijadikan repeater port rj45 apakah berfungsi? misalnya dikoneksikan ke yang punya rumah pake kabel lan?

  9. istanto berkata:

    Pada April 7th, 2010 Jam 5:00 PM

    begini……… intinya repater itu “meneruskan” cara kerjanya dia menangkap sinyal dari AP utama kemudian dia broadcast SSID AP utama. Jadi sebenarnya dia juga bekerja mirip sebagai AP tapi lebih cenderung sebagai bridge. Kalau misalnya wajanbolic di gunakan untuk menangkap snyal AP utama kemudian dari wajanbolic di hubungkan ke radio yang sudah di set sebagai repeater daerah sekitar repeater itu seperti mendapat AP baru yang konfigurasi dan jalurnya menuju ke AP utama jadi penggunaan kabel itu sebenarnya sudah tidak diperlukan. Misalnya 1 AP mampu memancarkan sinyal radio sejauh 100-800 meter maka repeater juga bisa memancarkan sinyal radio sejauh 100-800 meter dari lokasi DIA bukan lokasi AP utama. tolong perhatikan kalimat menerima dan memancarkan, tiap AP punya spesifikasi jarak berbeda-beda tergantung juga dari lingkungan sekitar. ini saya berikan sedikit gambar biar mudah dipahami…. http://upload.kapanlagi.com/h/20100407165650_istrepeater_4bbc56e2df518.jpg

  10. supriono berkata:

    Pada April 13th, 2010 Jam 8:39 PM

    mantap mas…. pengen coba tapi ngak punya AP
    hahahah jadi baca aja

  11. revan berkata:

    Pada April 23rd, 2010 Jam 5:25 PM

    Numpang nanya bang, baru beli tp link tl wa5110g, saya buat akses point, setelah saya setting kenapa kok gak bisa login ke tp link itu karena ada beberapa parameter yang saya rubah dan saya save aja, udah dicoba login pake 192.168.1.1 sampe 100 gak bisa juga akses admin nya tplink itu, knapa ya bang?

Berikan Komentar

[+] yoyocici emoticons Istanto Personal Blog