Reaktor Nuklir, Sumber Energi Setelah Tahun 2020

Pada Friday, 18 March, 2011 Jam 15:05 Di Tulis Oleh Istanto Adi Nugroho
Artikel dalam kategori Pribadi, Serius
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (2 votes, average: 1.50 out of 5)
Loading ... Loading ...

Menurut perhitungan beberapa ahli dan IMF sumber daya minyak bumi kemungkinan akan habis kering pada tahun 2020 atau sekitar 14 tahun sejak tahun 2011. Pada tahun 2020 dunia akan disibukkan dengan sebuah masalah besar yaitu krisis energi. Beberapa negara maju telah mempersiapkan energi alternatif seperti memanfaatkan energi matahari, angin, air, dan lainnya untuk dikonversikan menjadi sumber energi.

Masalahnya, sampai saat ini semua sumber energi alternatif ini tidak pernah mencukupi kebutuhan atau quota akan kebutuhan energi yang sering kita konsumsi sehari-hari. Kalau anda adalah orang yang berpikiran kedepan anda akan mulai berpikir apa dampak buruknya apabila krisis energi benar-benar akan terjadi.

Menurut hemat saya salah satu cara untuk mengatasai krisis energi ini adalah dengan memanfaatkan nuklir. Ya, bahan berbahaya ini bisa digunakan sebagai sumber energi alternatif pengganti energi komersial yang sering kita gunakan belakangan ini.

Sayangnya pemanfaatan nuklir sebagai sumber energi memiliki beberapa point positif dan point negatif.

Point Positif:

  • Lebih murah (dibanding dengan sumber energi komersial saat ini)
  • Lebih efisien

Point Negatif

  • Berbahaya bagi manusia dan lingkungan sekitar jika terjadi human error atau malfunction.

Bagaimana sebuah reaktor nuklir bekerja? (sumber dari bapak)

Reaktor nuklir bekerja dengan memanfaatkan tumbukan proton dan neutron dari uranium yang akan menghasilkan panas, kemudian panas ini akan ditangkap dan digunakan untuk memanaskan air, air yang telah panas ini (uap) akan dikonversikan menjadi sumber energi.

Prinsip kerjanya sangat mudah namun akan ada beberapa point masalah yang perlu kita perhatikan. Seperti misalnya menurut warning yang bapak saya sampaikan. Sekali kita mengaktifkan sebuah reaktor nuklir maka uranium yang bekerja didalam reaktor ini tidak akan pernah berhenti hingga sumber energi ini habis.

Coba anda bayangkan apabila terjadi kebocoran ketika sebuah reaktor nuklir masih memiliki uranium yang aktif? akan terjadi bencana seperti yang pernah terjadi di chernobyl, ukraina. Bahkan dengan sangat mudah bisa kita saksikan persis seperti krisis nuklir yang terjadi saat ini di Jepang.

Cara untuk mengatasi kebocoran radiasi ini ada 3 pilihan yaitu:

  1. Menimbun reaktor nuklir yang mengalami kebocoran dengan pasir  dalam jumlah banyak (persis seperti yang dilakukan di chernobyl, ukraina. dampak buruknya ialah tanah sekitar akan menjadi tanah mati)
  2. Membuang reaktor nuklir yang masih aktif ini keluar angkasa agar tidak menimbulkan radiasi yang mempengaruhi manusia.
  3. Melakukan kalkulasi ulang distribusi pendingin (entah itu air atau hidrogen) dengan penghitungan presisi untuk menstabilkan temperatur didalam reaktor (kemungkinan berhasil dibawah 10% karena reaktor itu dinamis)

Berbahaya Namun diButuhkan

Kita semua tau tidak ada manusia yang mau mencelakakan dirinya sendiri. Seperti halnya sebuah reaktor nuklir. Penggunaan reaktor nuklir bisa membantu manusia menyelamatkan diri dari masalah krisis energi. Masalahnya jika terjadi kecelakaan dan mengakibatkan kebocoran akan menimbulkan dampak yang bukan main luar biasa berbahaya.

Namun dibanding seberapakah tingkatan berbahaya ini sebuah reaktor nuklir adalah jawaban atas krisis energi yang akan terjadi pada tahun 2020. Malaysia yang tengah mempersiapkan pembangkit listrik tenaga nuklir sedikit tercengang dan sadar bahwa penggunaan reaktor nuklir itu berbahaya, namun mereka tetap melanjutkan pembangungan reaktor nuklir meskipun perdana menteri mereka menyatakan NUKLIR ITU BERBAHAYA setelah berkaca pada kasus di Jepang.

Kenapa??? Jawabannya hanya satu!!! Otoritas Malaysia tahu krisis energi akan segera terjadi dan mereka telah mempersiapkan sebuah solusi untuk mengatasi masalah itu. Meskipun berbahaya mereka tetap melanjutkan pembangungan PLTN yang rencananya akan siap pada tahun 2020.

Bagaimana dengan pemerintah kita? Pemerintah negara kita malah sibuk berdiskusi tentang baik dan buruknya penggunaan reaktor nuklir dimasa depan. Beberapa ada yang pro dan ada yang kontra namun jika diprosentasekan saya yakin masih banyak yang kontra. Mengingat kita pasti semua banyak berkaca pada krisis nuklir yang terjadi di Jepang saat ini.

Ya, memang penggunaan reaktor nuklir itu bisa berbahaya jika terjadi kesalahan. Namun ingat, kita bisa meminimalisir dampak buruk daripada reaktor ini, misalnya dengan membangun reaktor nuklir yang jauh dari pemukiman padat penduduk dan atau alternatif keamanan lainnya yang bisa kita upayakan. CHAOS yang akan ditimbulkan oleh krisis energi jauh akan lebih besar dibanding CHAOS yang akan ditimbulkan akibat kerusakan sebuah reaktor.

Semoga Indonesia bisa mulai berkaca dan memulai langkah nyata, Salam.

Kata Kunci Terkait:

Kamu boleh memberikan komentar, atau melakukan trackback dari blog kamu.
    Digg Del.icio.us StumbleUpon Reddit Twitter RSS

4 Komentar pada artikel “Reaktor Nuklir, Sumber Energi Setelah Tahun 2020”

  1. firman berkata:

    Pada May 7th, 2011 Jam 1:05 AM

    wawww… mengerihkan..

    [Balas]

  2. Teguh berkata:

    Pada June 14th, 2011 Jam 7:05 AM

    tolong dijelaskan dasar teorinya,

    [Balas]

  3. leo berkata:

    Pada September 18th, 2011 Jam 10:09 PM

    Ane Se7, Minyak Bumi Toh Akan Habis jadi Nuklir Akan Menjadi Sangat Penting Manfaatx Dimasa Datang…
    Risikonya Mmmg Besar Tapi Itu Tergantung Dari Manusianya Juga..

    [Balas]

  4. Blognya Pelajar berkata:

    Pada December 27th, 2011 Jam 4:42 PM

    wah, energi alternatif yang dilema. Tolong dijelaskan juga donk ! Pengertian dasar dari reaktor nuklir, komponen-komponennya, dan cara pembuatannya. Thank’s . . .

    [Balas]

Berikan Komentar

[+] yoyocici emoticons