Malaysia Tidak Pantas Menjadi Juara AFF Suzuky Cup 2010

Pada Monday, 27 December, 2010 Jam 7:58 Di Tulis Oleh Istanto Adi Nugroho
Artikel dalam kategori Pribadi

BACA ARTIKEL INI DALAM FORMAT AMP Malaysia Tidak Pantas Menjadi Juara AFF Suzuky Cup 2010

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Langsung saja jujur sebenarnya saya bukan penggila bola tapi melihat performa timnas Indonesia beberapa minggu kemarin saya jadi agak menggilai bola dan mulai mencintai timnas dengan harapan timnas bisa menjadi juara AFF Suzuky cup 2010. Namun melihat realita yang ada sekarang saya sedikit kecewa dan pesimis timnas bisa menjadi juara AFF, melihat ketinggalan 3 gol pada pertandingan leg pertama kemarin di stadion bukit jalil. Memang bukan tidak mungkin timnas bisa mengejar ketinggalan 3 gol bahkan bisa mungkin menjadi juara tapi rasanya kejadian seperti itu jarang sekali terjadi… yah kalau saya pakai perasaan kemungkinan timnas bisa membalik keadaan adalah 20 berbanding 80.

Yang saya permasalahkan sebenarnya bukan kekalahan timnas akibat permainan mereka buruk atau alasan lain yang dikemukan orang-orang… tapi karena kecurangan yang saya perhatikan sejak peluit babak pertama berbunyi sampai dengan peluit akhir. Saya melihat banyak sekali ketika pemain Indonesia di zoom dengan kamera kenapa wajah mereka seperti ada warna hijau? Ternyata selidik punya selidik itu adalah cahaya laser yang ditujukan untuk mengganggu penglihatan pemain. Entah pelakunya siapa tapi saya punya logika yang sangat masuk akal.

Rajagobal (pelatih timnas malaysia) mengatakan soal laser itu dia tidak tahu-menahu sama sekali bisa jadi memang laser itu dari pendukung malaysia, lucunya dia malah menyebut ada kemungkinan juga malah dari pendukung indonesia yang menggunakan laser. Saya sangat yakin tidak mungkin pendukung Indonesia yang melakukan gangguan itu, Alasannnya kita pakai akal sehat kita, bagaimana mungkin pendukung yang mendukung timnya untuk menjadi juara malah mengganggu timnya sendiri? Alasan lainnya sepanjang pertandingan semua wajah pemain rata-rata di zoom oleh kamera dan saya tidak melihat satu pun sinar laser hijau yang hinggap diwajah pemain malaysia sejak dari awal pertandingan hingga akhir pertandingan.

Bodohnya saya kenapa bukti kemarin itu tidak saya foto atau rekam sebagai barang bukti, tapi tenang saja saya sudah menemukan beberapa bukti gangguan laser ini dari beberapa forum bebas di Internet.

*gambar ini saya dapatkan dari forum bebas, harap jangan dijadikan acuan.

Sedangkan bukti yang jelas terekam dengan sangat je;ls adalah salah satunya gangguan laser berwarna hijau yang mengarah langsung ke mata firman utina yang mengakibatkan pandangan menjadi terganggu dan berakibat buruknya  performa pemain. Kalian bisa lihat bukti videonya dibawah ini.


* ini adalah bukti nyata saya sangat yakin ini bukan video hasil editan.

Jadi intinya buat saya pribadi kekalahan timnas di stadion bukit jalil kemarin bukanlah akibat dari buruknya skill pemain atau alasan-alasan lainnya tetapi lebih karena gangguan kecil seperti ini sehingga mengakibatkan hal yang sangat fatal yaitu kebobolan gol. Buat saya pribadi Malaysia tidak pantas menjadi juara AFF Suzuky Cup 2010.

Fair play yang katanya dijunjung tinggi dalam semua bidang olahraga sepertinya tidak berlaku kemarin malam. Buat saya pribadi timnas lah yang memenangkan pertandingan kemarin malam. Sedangkan malaysia hanyalah beruntung karena dukungan supporter mereka yang sangat tidak sportif dan tidak patut ditiru karena itu sudah mencerminkan betapa rendahnya bangsa malaysia dimata dunia.

Seandainya saja pertandingan kemarin bisa re-match saya rasa baru adil bagi kedua belah pihak.

Yah kita dukung saja semoga timnas bisa mengejar ketinggalan dan bahkan mungkin bisa menjadi juara sejati AFF Suzuky cup 2010 meskipun memang terlihat berat.

Kata Kunci Terkait:

Kamu boleh memberikan komentar, atau melakukan trackback dari blog kamu.
    Digg Del.icio.us StumbleUpon Reddit Twitter RSS

2 Komentar pada artikel “Malaysia Tidak Pantas Menjadi Juara AFF Suzuky Cup 2010”

  1. Rizki berkata:

    Pada December 27th, 2010 Jam 2:39 PM

    Skors Malaysia untuk hukuman laser

    [Balas]



    Istanto Adi Nugroho berkata:
    Pada January 2nd, 2011 jam 6:55 PM


    Media Malaysia melakukan pembohongan publik dengan mengarang cerita bohong. Kenapa tidak tuntut perorangan/negara kalau merasa tidak dilayani dengan baik tapi malah berbicara sembarangan dimedia malaysia. Mencari simpati dunia dengan mengarang cerita telenovela.
    ————————————
    ‘Kami diludah’ Oleh Mohd Azis Ngah azis@bharian.com.my 2011/01/02
    ————————————
    KUALA LUMPUR: “Kami diludah, dimaki hamun, digelar anjing, dipukul dan dibaling objek keras dan dilayan buruk tetapi itu sebenarnya yang membakar semangat pemain negara untuk menang dan mencipta sejarah negara,” kata Datuk Subahan Kamal. Pengurus pasukan bola sepak Malaysia itu berkata, pemain negara terpaksa diberikan motivasi berterusan setiap hari untuk menangani tekanan itu dan sentiasa diingatkan supaya berpegang pada prinsip ‘biar muntah darah, kita akan bawa pulang piala ini’. Ketika mendedahkan tekanan dan formula kejayaan negara merangkul Piala Suzuki AFF buat julung kalinya, Subahan berkata, semua tindakan provokasi itu sebenarnya ‘terkena ke muka sendiri’ pasukan lawan. “Banyak sejarah berlaku. Kita bawa pulang piala selepas 14 tahun, kita catat sejarah naik kereta perisai Baracuda ke stadium, umpama ke medan perang. Belum pernah dalam sejarah bola sepak dunia pasukan bola sepak naik kereta perisai. “Bayangkan betapa panasnya berada di dalam Baracuda selama setengah jam sebab kenderaan perang tidak ada penghawa dingin. Itu semua dugaan yang menguatkan lagi semangat pemain untuk buktikan bahawa kita boleh menjadi juara walaupun menghadapi pelbagai tekanan,” katanya. Tidak cukup dengan layanan teruk, Ketua Jurulatih, K Rajagobal sendiri diludah peminat Indonesia ketika keluar dari hotel penginapan bahkan, Subahan turut dipukul di kepalanya manakala pegawai perubatan dibaling objek keras ketika sesi latihan. Rajagobal sendiri mengakui terkejut apabila dimaklumkan pasukan negara akan menaiki Baracuda kerana cuma dimaklumkan beberapa minit sebelum berlepas ke stadium. “Saya langsung tidak menyangka sehingga ke tahap itu dan cuma dimaklumkan apabila turun ke lobi hotel dan berkumpul di sana. Kita anggap Baracuda itu macam burung Garuda. Saya sendiri tak pernah naik kereta perisai, ini pengalaman baru. “Mungkin masa kecil dulu ibu saya pernah belikan kereta perisai mainan, tetapi sekarang sudah ada peluang dan pengalaman sendiri bagaimana rasanya duduk di dalam Baracuda,” katanya. Mengulas lanjut mengenai tekanan ke atas pasukan negara, Subahan berkata, semua masalah itu bermula sebaik saja pasukan negara tiba di Jakarta apabila bas pasukan langsung tidak diiringi polis pengiring sepanjang perjalanan ke hotel. Situasi itu jauh berbeza ketika pasukan Garuda itu tiba di Malaysia di mana mereka diiringi polis dan menginap di hotel lima bintang di Seri Kembangan pada perlawanan akhir pertama di Bukit Jalil. “Sepatutnya kita dapat peluang untuk latihan akhir di stadium Gelora Bung Karno, tetapi dibatalkan atas alasan keselamatan. Mereka bawa ke tempat lain dan ketika dalam perjalanan, saya dimaklumkan tempat itu jauhnya dua jam perjalanan. “Saya terus batalkan latihan di sana dan arah bas berpatah balik ke hotel dan kami buat latihan ringan di tepi kolam renang. “Itupun masih berisiko kerana kawalan keselamatan sangat teruk. Mereka biarkan penyokong Indonesia bebas keluar masuk hotel dan menghampiri tempat latihan,” katanya. Apa yang paling menyentuh hatinya ialah kesungguhan, keikhlasan pemain untuk menaikkan nama negara melalui beberapa sesi dialog yang diadakan bertujuan memberi peluang kepada pemain meluahkan perasaan dan tekanan. Setiap kali sesi dialog, pemain akan diberikan motivasi berterusan supaya melupakan segala ancaman dan provokasi yang bertujuan melemahkan semangat pemain. “Ada pemain yang menangis kerana kecewa kita kalah 1-5 dalam perlawanan pertama menentang Indonesia. Rasa kecewa itulah yang membakar semangat mereka, apatah lagi Presiden FAM, Sultan Ahmad Shah juga hadir dalam sesi dialog bersama pemain. “Sebenarnya kami yakin bergelar juara apabila menang ke atas juara bertahan Vietnam kerana itulah pencabar paling kuat. Indonesia tidak sekuat Vietnam, sebab itu kita yakin boleh menang. Cuma perlu ikut percaturan dan kuatkan mental pemain,” katanya. Secara peribadi, Subahan menganggap kemenangan 3-0 dalam perlawanan akhir pertama di Bukit Jalil pada 26 Disember lalu yang jatuh pada tarikh hari lahirnya sebagai hadiah paling berharga dan kenangan paling manis.Katanya, ikatan persaudaraan berlandaskan semangat kekeluargaan Malaysia Boleh adalah antara faktor penentu kejayaan pasukan. “Pemain datang dari pelbagai latar belakang berbeza, tetapi boleh hidup bersama. Itulah konsep 1Malaysia, mereka mencontohi bagaimana barisan jurulatih dibentuk dan bekerjasama berteraskan konsep satu keluarga. “Gabungan Rajagobal, Tan Cheng Hoe (penolong jurulatih) dan Mohd Faozi Mukhlas (jurulatih penjaga gol) itu melambangkan 1Malaysia. Ditambah pula sokongan padu Tengku Abdullah (Timbalan Presiden FAM) yang kerap datang ke tempat latihan dan hadir semua perlawanan hingga pada peringkat akhir,” katanya.

    [Balas]


Berikan Komentar

[+] yoyocici emoticons Istanto Personal Blog