Pemanfaatan Sampah Sebagai Pembangkit Listrik Biogas

Pada Sunday, 12 December, 2010 Jam 15:03 Di Tulis Oleh Istanto Adi Nugroho
Artikel dalam kategori Cerita, dodol, Iseng, Pribadi
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (1 votes, average: 1.00 out of 5)
Loading ... Loading ...

Sampah biasanya hanya di konotasikan dengan segala hal yang negatif seperti misalnya berbau, merusak pemandangan, dan lain sebagainya. Pengolahan sampah yang sering kita lihat dan ketahui secara umum mungkin adalah dalam hasil bentuk pernak-pernik kerajinan tangan yang indah dan unik. Mekipun memiliki nilai ekonomi tetapi tetap saja tidak sebanding dengan nilai kerusakannya. Tetapi tahukan anda bahwa sampah sebenarnya dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi pembangkit listrik?

Bagaimana bisa sampah dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik? Semua ini bermula ketika saya dan bapak menonton sebuah acara dokumenter di TVOne tentang “jakarta-jakarta” yang dikemas oleh National Geographic sehingga menjadi menarik dimata saya. Dimana pada salah satu sesi ada sebuah permasalahan tentang sampah dan bagaimana pengolahannya. Spontan saja bapak saya yang pensiunan PLN itu berkomentar “sampah sebanyak itu kenapa tidak dimanfaatkan untuk pembangkit listrik” Dengan sedikit keheranan saya bertanya “pembangkit listrik?, sumber energi dari mana?” bapak menjawab “kamu bodoh, didalam tumpukan sampah itu ada bakteri yang diberi nama  bakteri metanogen yang sifatnya menghasilkan gas metana, gas metana inilah yang digunakan sebagai bahan bakar menuju generator sebagai pembangkit listrik” … *dan akhirnya saya garuk-garuk kepala.

Saking penasarannya beberapa minggu kemarin sebelumnya saya coba melakukan pencarian tentang hal ini. Saya menemukan informasi metana adalah hidrokarbon paling sederhana yang berbentuk gas dengan rumus kimia CH4 …. Lengkapnya … kalau kalian sempat membaca cerita reunion dodol saya bersama MR. SRIYANTO (guru kimia saya waktu SMA) saya masih teringat (antara-lupa-lupa-ingat) kalau dulu MR. SRIYANTO pernah mengajarkan tentang hidrokarbon (H2CO2) salah satunya ya tentang metana ini. Dan kalau tidak salah dulu ada sebuah kalimat yang kalau tidak salah MR. SRIYANTO sebutkan bahwa salah satu dari sekian banyak aplikasi hidrokarbon adalah kedalam bentuk plastik, saya asumsikan karena sampah banyak terbentuk dari atom karbon dan atom hidrogen jadi kemungkinan teori tentang bakteri metanogen ini benar (mudah-mudahan tidak salah). Untuk memperkuat bahwa bakteri bisa menghasilkan gas metana bisa dibaca disini tentang bakteri.

Dengan sangat tidak yakin-nya *hehehe* saya mencoba mencari lagi informasi ilmiah yang lebih bisa diterima akal sehat tentang diagram alur pembangkit listrik biogas dan akhirnya dapat juga…  :D

Ooooo ternyata begitu toh skemanya kalau begitu ternyata sampah memang benar bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik alternatif. Bisa menghemat pengeluaran negara untuk membeli bahan bakar lain yang harganya lebih mahal (misalnya batu-bara atau minyak). Sampah kan setiap hari semakin bertambah jadi kenapa tidak dikumpulkan semuanya pada suatu titik dimana dari titik tersebut bisa kita ambil gas metana yang dihasilkan untuk pembangkit listrik hasilnya bisa dinikmati orang banyak :D

Eh kok langsung senang? ternyata setelah saya cari lagi informasi gas metana ini bisa menyebabkan global warming (pemanasan global).

Wuaaaaaaah ternyata memang benar ya efek global warming sudah mulai kelihatan! lihat saja ukuran CD (red: celana dalam) semakin lama semakin mengecil karena pemakainya gerah kenapasan :D hahaha… ups makin OOT… kembali lagi ke topik ada sebuah kutipan:

Komponen utama dalam gas alam adalah metana (CH4), yang merupakan molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan. Metana adalah gas rumah kaca yang dapat menciptakan pemanasan global ketika terlepas ke atmosfer, dan umumnya dianggap sebagai polutan ketimbang sumber energi yang berguna. Meskipun begitu, metana di atmosfer bereaksi dengan ozon, memproduksi karbon dioksida dan air, sehingga efek rumah kaca dari metana yang terlepas ke udara relatif hanya berlangsung sesaat. Sumber metana yang berasal dari makhluk hidup kebanyakan berasal dari rayap, ternak (mamalia) dan pertanian (diperkirakan kadar emisinya sekitar 15, 75 dan 100 juta ton per tahun secara berturut-turut).

Muncullah sebuah teka-teki, kenapa harga tarif dasar listrik masih ada kecenderungan naik? dan kenapa pemanasan global masih menghantui! *akhirnya saya kembali garuk-garuk kepala.

Kata Kunci Terkait:

Kamu boleh memberikan komentar, atau melakukan trackback dari blog kamu.
    Digg Del.icio.us StumbleUpon Reddit Twitter RSS

Satu Komentar pada artikel “Pemanfaatan Sampah Sebagai Pembangkit Listrik Biogas”

  1. Token PLN berkata:

    Pada October 29th, 2014 Jam 12:40 AM

    hebat sampah bisa di jadikan pembangkit listrik semoga tarif Token PLN kedepan nya bisa murah 

    [Balas]

Berikan Komentar

[+] yoyocici emoticons