Membatasi Bandwidth Limit Per Komputer Dengan System Penalty Part 2

Pada Sunday, 12 December, 2010 Jam 1:30 Di Tulis Oleh Istanto Adi Nugroho
Artikel dalam kategori Pribadi, Serius, Tutorial
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (7 votes, average: 0.57 out of 5)
Loading...

Artikel ini untuk menindak-lanjuti komentator-komentator goblog yang paling suka ngebacot nama-nama warga kebun binatang pada artikel Membatasi Bandwidth Limit Per Komputer Dengan System Penalty. Kata-kata kasar, sindiran dan makian hanya dikususkan untuk komentator-komentator goblog, Untuk yang baru membaca blog ini dan merasa tidak pernah berkomentar goblog harap jangan ikutan marah-marah karena tujuan saya memaki adalah untuk orang yang memaki saya duluan. Seperti kita semua ketahui terjadi banyak kegagalan pada artikel Membatasi Bandwidth Limit Per Komputer Dengan System Penalty. Umumnya sangat banyak disebabkan karena sangat minimnya informasi dan sangat malasnya orang-orang untuk ber-eksperimen dan mencoba mencari tau sumber masalahnya sendiri.

Langsung saja pertanyaan besar yang sering dipertanyakan oleh banyak orang. BAGAIMANA SEBENARNYA TOPOLOGI JARINGAN YANG BENAR untuk softperfect bandwith manager (saya singkat BWM mulai sekarang). BWM sifatnya sangat dinamis BWM dapat diaplikasikan pada jaringan yang menggunakan metode SERVER-CLIENT atau jaringan yang menggunakan metode STAND-ALONE.

Bagaimana menentukan BWM cukup di install di server saja atau harus di install pada tiap client? Lihat topologi jaringan berikut:

Pada situs web resmi BWM metode server-client adalah topologi jaringan yang sangat disarankan (recommended) kalau kita melakukan manajemen pada banyak komputer. Sedangkan metode stand-alone biasanya banyak digunakan oleh user rumahan atau bisa juga user menengah yang jumlah komputernya tidak terlalu banyak dan atau user yang melakukan manajemen komputer banyak tetapi asal-asalan (tidak bisa mengatur topologi jaringan yang benar).

Mana topologi yang lebih baik? Tergantung, selera orang berbeda-beda dan tidak semua orang memahami apa keuntungan serta kerugian metode server-client dan metode stand-alone. Kalau saya pribadi lebih menyarankan metode server-client karena lebih mudah dalam manajemen, lebih aman, lebih termanajemen dengan baik dan rapi.

Jawaban untuk pertanyaan diatas apakah perlu BWM di install pada server saja atau harus pada tiap client? jawabannya BACA TOPOLOGI JARINGAN SENDIRI. Kalau sudah bisa membaca pasti tau jawabannya harus di install di server saja atau harus di install pada setiap client.

Contoh: Saya punya warnet server menggunakan 2 NIC satu ke internet satu ke local network berarti saya menggunakan metode server-client. Saya punya hotspot server menggunakan 1 NIC berarti saya menggunakan metode stand-alone. Saya punya network besar tapi gateway tiap client saya langsung arahkan menuju ip modem berarti saya menggunakan metode stand-alone. Saya punya komputer dirumah dan langsung terhubung ke internet berarti saya menggunakan metode stand-alone. Dan lain sebagainya bla bla bla bla…

Bagaimana caranya membuat rules yang benar? Jawabannya adalah MEMAHAMI SENDIRI BAGAIMANA RULES ITU BEKERJA. Saya bodoh saya tidak tau sama sekali, Saya pintar saya sudah paham tapi saya masih bingung, Saya sudah bisa dan paham semuanya tapi kok waktu dicoba gagal? JAWABANNYA ADALAH BELAJAR.

Karena sangat dinamisnya rules BWM mari kita coba bahas fungsi rules satu persatu agar tidak perlu lagi bertanya terus menerus.

Rule name : Nama Rules.
Direction : Arah.
Incoming : Masuk (download).
Outgoing : Keluar (upload).
Both : Masuk dan Keluar (download dan upload).
Transfer Rate Limit : Batasan transfer data.
Combined : Gabungan (download dan upload).
Bytes/sec : Kecepatan dalam hitungan Bytes per detik (1 bytes = 8 bit).
Bits/sec : Kecepatan dalam hitungan Bits per detik (1 bytes = 8 bit).
Quota : Jatah / Bandwidth Cap.
Protocol : Jenis protokol yang akan digunakan. Beberapa jenis-jenis protokol TCP, UDP, PPPoE, Peer-to-Peer, ICMP, GRE, ARP, AH, ESP, IPV4, IPV6.
Apply Rules on Interface : Jalankan rules pada NIC mana.

Source address is :  Sumber permintaan dari mana.
Local host : local host/ tempat itu sendiri / komputer itu sendiri.
MAC address : Alamat MAC address.
Single IP address : Alamat satu IPV4 address.
Whole IP address : Range (cakupan/keliling/sekitar) IPV4 address.
Any IP address : Semua, termasuk IPV4 maupun IPV6 address.
Group : Grup (buat grup terlebih dahulu)
Source Port is : Sumber permintaan dari Port mana.
Single Port : Alamat satu Port.
Port Range : Range (cakupan/keliling/sekitar) Port.
Port List : Daftar port.

Destination address is : Tujuan permintaan ke mana.
Local host : local host/tempat itu sendiri/komputer itu sendiri.
MAC address : Alamat MAC address.
Single IP address : Alamat satu IPV4 address.
Whole IP address : Range (cakupan/keliling/sekitar) IPV4 address.
Any IP address : Semua, termasuk IPV4 maupun IPV6 address.
Group : Grup (buat grup terlebih dahulu)
Destination Port is : Tujuan menuju ke Port mana.
Single Port : Alamat satu Port.
Port Range : Range (cakupan/keliling/sekitar) Port.
Port List : Daftar port.

Timetable : Apakah rules menggunakan waktu/jadwal?
Additional Processing : Apakah rules menggunakan aturan tambahan (untuk squid, buat dulu port mapping host menuju port 3128)
Miscellaneous : Lainnya.
Invert Source Address : Balikkan arah sumber permintaan.
Invert Destination address : Balikkan arah sumber tujuan.

Long transfer penalty : Penalti penggunaan berdasarkan lamanya data transfer terus menerus (waktu).
Large transfer penalty : Penalti penggunaan berdasarkan besarnya data transfer (volume).
Multiple connection penalty  : penalti penggunaan berdasarkan banyaknya multiple connection (koneksi yang terjadi saat itu/established).

Web access password: Password/kata kunci yang diperlukan untuk mengakses internet.
Notification : Report/laporan penggunaan, akses, jumlah volume dan lainnya menuju ke alamat email yang dituju.

Semua fungsi sudah kita ketahui, Sekarang tinggal bagaimana kita menggunakan fungsi itu agar bisa BWM melakukan sesuatu sesuai dengan yang kita inginkan. Harus di ingat BWM adalah sebuah program komputer, komputer melakukan kalkulasi berdasarkan logika bukan perasaan!

CONTOH KASUS

Saya mencoba menggunakan penalti berdasarkan waktu, penalti berdasarkan volume, dan pinalti berdasarkan multi connection. Tetapi kenapa kok tidak bisa berfungsi semuanya? PAKAI OTAK! limitasi pinalti yang diberikan oleh BWM adalah dalam bentuk prosentase (per sekian ratus), Komputer berhitung berdasarkan LOGIKA, Kembali ke soal matematika yang mudah apa bila ada pertanyaan “TAK TERHINGGA – 50%” Jawabannya adalah? TAK TERHINGGA. Berbeda jika soalnya kita rubah “1000 – 50%” Jawabannya adalah? 500. Logika nilai yang diambil komputer adalah bilangan pasti. Karena itu JIKA ingin menggunakan penalti apa yang harus kita lakukan? BERIKAN NILAI INPUT PADA AWAL PROSES AGAR NILAI AKHIR BISA BERBENTUK BILANGAN PASTI. Apabila kita memberikan variabel tak tehingga sampai kapanpun komputer akan memberikan hasil tak terhingga. Ini seperti orang bodoh yang mencari jawaban kenapa semua angka jika di kalikan dengan nol (0) maka hasilnya pasti nol (0).

CONTOH KASUS LAINNYA

Saya lihat pada limiter batasan valuenya adalah 1500 sampai dengan 2300. Sedangkan saya ingin memberikan nilai/value diatas itu. Bagaimana cara saya melakukan itu? Apakah itu tidak mungkin karena Istanto menyebutkan nilai input harus berbentuk bilangan pasti sedangkan BWM melakukan limitasi pada range value tersebut? JAWABANNYA MUDAH SEKALI, BWM memberikan nilai pada limiter batasan berdasarkan perkiraan (smart prediction) transfer data yang sering dilalui oleh NIC tersebut. Contoh: NIC saya memiliki kemampuan data transfer sebesar 100MBps tetapi koneksi internet saya hanya memiliki kemampuan data transfer sebesar 1MBps. Maka secara otomatis BWM akan memberikan maksimal nilai input pada limiter sebesar 1MBps. Bisa juga kita masukkan nilai custom yang kita inginkan  secara langsung dengan mengetikkan value nilai. Jika tidak terjadi sesuai yang di inginkan, belilah produk BWM yang asli dan minta support mereka untuk memberikan nilai custom atau nilai yang anda inginkan sebagai nilai input!

Sekian, Gitu aja kok goblooooooooooggggggggggggggggg! salam goblog ah! 😛

-fag-

Kata Kunci Terkait:

Kamu boleh memberikan komentar, atau melakukan trackback dari blog kamu.
    Digg Del.icio.us StumbleUpon Reddit Twitter RSS

18 Komentar pada artikel “Membatasi Bandwidth Limit Per Komputer Dengan System Penalty Part 2”

  1. ken berkata:

    Pada February 24th, 2012 Jam 2:47 PM

    infonya sngat membantu skali…jarang saya baca artikel sperti itu yg spesifik kali untuk org yg tidak harus mengandalkan alat (mikrotik) .. NIce BUng :)

    [Balas]

  2. ShowMyBand berkata:

    Pada April 3rd, 2012 Jam 1:10 AM

    maaf mau tanya..
    saya coba software ini di windows 7..
    tapi kok gak berjalan dengan baik ya?
    Apakah software nya belum kompitabel dengan windows 7?

    [Balas]

  3. bennijupiter berkata:

    Pada April 10th, 2012 Jam 4:42 PM

    thanks gan atas infonya …
    makin sukses

    [Balas]

  4. Dewa Madura berkata:

    Pada April 18th, 2012 Jam 11:24 PM

    COBA INI : DU SUPER CONTROLER PLUS (Client-Server Tanpa Microtik)

    http://code.google.com/p/dusc-plus/downloads/detail?name=DUSC%20Plus%20Installer.rar

    [Balas]

  5. Kolektor Maniak berkata:

    Pada May 24th, 2014 Jam 11:51 PM

    Coba pakek ini bos (DUSC+Monitoring) – Server – Client:
    https://docs.google.com/uc?export=download&id=0B8WwARka6sK1UmFtb0Y5b2dYZXc

    [Balas]

Berikan Komentar

[+] yoyocici emoticons