Priok Berdarah: Satpol PP VS Masyarakat?

Pada Thursday, 15 April, 2010 Jam 7:17 Di Tulis Oleh Istanto Adi Nugroho
Artikel dalam kategori Pribadi

BACA ARTIKEL INI DALAM FORMAT AMP Priok Berdarah: Satpol PP VS Masyarakat?

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Hmm… sekilas saya lihat video kerusuhan priok tadi malam saya langsung teringat peristiwa kerusuhan mei 1998 yang lalu. Susah juga menilai yang mana yang salah apakah satpol pp atau warga masyarakat? yang jelas susah sekali menilai kalau di lihat dari banyak sisi. Pertama petugas satpol pp yang ada di lapangan itu hanya menjalankan perintah ATASAN tanpa punya tujuan yang jelas untuk pribadi masing-masing. Kedua warga masyarakat juga MENUNTUT hak-nya sebagai warga negara yang tidak mau di perlakukan tidak adil, saya rasa juga warga masyarakat sudah mulai tidak suka dengan cara-cara premanisme yang diterapkan petugas satpol pp.

Setelah selesai kericuhan kemarin baru sekarang orang banyak pada sadar korban ada di kedua belah pihak, ada yang dari pihak satpol pp ada juga yang dari pihak warga masyarakat. Terus yang untung siapa yang rugi siapa? otak-nya alias penggerak satpol pp masih senyam-senyum di kantornya. Orang yang menggerakkan warga masyarakat siapa? dia lagi ngapain sekarang coba hayo… 🙂 yang mati itu siapa? yang luka itu siapa? yang ketawa-ketiwi siapa?

Akhir-akhir ini memang satpol pp yang saya perhatikan di televisi memang lebih cenderung bersifat premanisme. Lihat saja salah satu video pembongkaran rumah/bangunan saya perhatikan petugas satpol pp yang ada di lapangan ini bekerja benar-benar bekerja seperti preman. Kalau di perhatikan hal ini sebenarnya masih masuk kategori normal karena petugas di lapangan ini HANYA mengikuti perintah ATASAN tanpa memperhatikan efek lain terhadap masyarakat umum yang malah pada ujung imbasnya menciptakan kebencian kepada satpol pp (meskipun saya yakin tidak semua petugasnya premanisme).

Dibubarkan? tunggu dulu… ini tidak semudah membubarkan anak TK dari kerumunan potongan kue. Kalau satpol pp di bubarkan siapa yang akan menegakkan perda (peraturan daerah) karena disini polri tidak bisa masuk. Kalau sampai di bubarkan maka akan bertambah jumlah pengangguran di Indonesia, ini akan BERHASIL meningkatkan angka kriminalitas. Solusi terbaik? ada ide……..? mungkin lebih baik di revisi ulang yah itu satpol pp agar tidak bersinggungan dengan warga masyarakat, apalagi sekarang ini banyak warga masyarakat yang mudah sekali tersinggung, di senggol sedikit sudah terbakar hawa nafsu-nya.

Masyarakat juga saya rasa tidak benar, lebih banyak kejadian pembakaran itu hanya bersifat kebencian terhadap aparat yang di rasa telah melanggar hak dasar warga negara. Namun masyarakat juga tidak salah karena kebanyakan mereka adalah korban, korban kalau tidak melawan tidak akan menemukan keadilan… karena negeri ini lucu tidak ada yang mau membela korban…

Semoga menjadi renungan bersama siapa yang salah siapa yang harusnya bertanggung jawab… sekarang jaman panas jangan suka mancing-mancing kompor nanti meledak 😛

Kata Kunci Terkait:

Kamu boleh memberikan komentar, atau melakukan trackback dari blog kamu.
    Digg Del.icio.us StumbleUpon Reddit Twitter RSS

11 Komentar pada artikel “Priok Berdarah: Satpol PP VS Masyarakat?”

  1. bm berkata:

    Pada July 17th, 2011 Jam 3:34 PM

    tolong dliat sisi baiknya Jng jahaty kita..

    [Balas]

Berikan Komentar

[+] yoyocici emoticons Istanto Personal Blog