Study Kasus: Adsense di Kaskus Melanggar Aturan Atau Tidak?

Pada Monday, 8 March, 2010 Jam 19:58 Di Tulis Oleh Istanto Adi Nugroho
Artikel dalam kategori Pribadi, Serius

BACA ARTIKEL INI DALAM FORMAT AMP Study Kasus: Adsense di Kaskus Melanggar Aturan Atau Tidak?

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Mungkin kurang banyak orang yang memperhatikan kalau sekarang kaskus kayaknya sudah mulai kekurangan biaya untuk operasional sehingga melakukan banyak forcing ads kepada visitor-nya. Sebenarnya sah-sah saja sebuah website menggunakan iklan untuk melakukan cover biaya operasional, mungkin bagi website kecil tidak terlalu berat tapi jangan salah kalau untuk kelas berat biasanya biaya server adalah jutaan sampai milyaran rupiah per bulan.

Informasi yang bocor sampai ke-saya dari sumber yang tidak terpercaya biaya operasional kaskus perbulan adalah mencapai sekitar 2M-3M Milyar bukan Million (gila itu duit apa kertas ya hehehe) Biaya sebesar itu kayaknya susah banget di cover kalau melihat keadaan kaskus seperti sekarang ini. Dengan menggunakan iklan berbasis impression saja saya rasa 1/4 dari kebutuhan biaya bulanan kaskus tidak tercukupi.

Yang akan kita bahas disini bukan masalah keuangan kaskus tapi bagaimana menilai iklan adsense yang ada di kaskus. Seperti kita ketahui banyak blogger dan pakar/orang yang sudah lama menggunakan adsense MELARANG kita menggunakan adsense di website/blog dengan primary language “Bahasa Indonesia” karena didalam police google adsense ada sebuah peraturan yang kayaknya agak menjebak kalau tidak dipahami dengan sangat baik. Saya setuju dengan mayoritas blogger, sebenarnya mayoritas website/blog yang menggunakan primary language “Bahasa Indonesia” tidak disarankan menggunakan adsense for content karena bahasa ini tidak di support. Tapi kalau kita baca baik-baik lagi ada sedikit celah disini yang kayaknya membuat kaskus berani menongolkan iklan adsense didalam website kaskus.

Kita baca dari police adsense yang berbahasa indonesia di sini ada kalimat:

Harap perhatikan juga bahwa menempatkan kode AdSense pada laman dengan konten dalam bahasa yang tidak didukung oleh kebijakan program AdSense tidak dibolehkan.

Sebenarnya disitu sudah jelas, bahwa semua website yang menggunakan bahasa yang tidak ada dalam list dilarang memasang iklan adsense for content. Tapi ada satu kalimat jebakan disini yang berbunyi:

Anda dapat memilih bahasa utama situs saat proses aplikasi berlangsung. Jika aplikasi disetujui, AdSense akan menayangkan iklan yang relevan dengan laman Anda dalam bahasa yang sesuai, meskipun situs berisi berbagai bahasa yang didukung.

Pemahaman kalimat diatas memperbolehkan kita memasang kode iklan adsense for content untuk website pada awal saat kita melakukan request aplikasi.

Contoh pertama begini: Misalnya pada saat aplikasi awal website yang saya ajukan adalah id.istanto.net dan diterima, didalam account google adsense itu saya mendapatkan pilihan adsense for content berarti saya boleh memasang kode iklan adsense for content dalam website berbahasa Indonesia.

Contoh kedua begini: Misalnya pada saat aplikasi website yang saya ajukan adalah www.istanto.net dan diterima, didalam account google adsense itu saya mendapatkan pilihan adsense for content berarti saya hanya boleh memasang kode iklan adsense for content untuk website yang menggunakan primary language berbahasa inggris dan DILARANG untuk memasang kode adsense for content untuk web selain bahasa yang di support.

Perbedaan tipis ini yang terkadang membingungkan beberapa publisher tentang boleh tidaknya memasang kode iklan adsense dalam website/blog berbahasa lokal, saran saya sih SEBAIKNYA JANGAN karena sangat rawan dibanned, kalau masih belum yakin akan sangat baik kalau kalian melakukan kontak terlebih dahulu dengan adsense suport untuk menanyakan masalah ini. Jawaban yang diterima bisa dijadikan barang bukti ketika suatu saat nanti account google adsense kalian bermasalah.

kalau menurut pendapat dan penilaian saya pribadi, adsense di kaskus itu melanggar aturan. Ada 2 point utama mengapa saya menilai kaskus di adsense itu melanggar terms dan policy google adsense:

  1. Apakah saat aplikasi kaskus mengajukan website kaskus atau mengajukan website lain. Kalau mengajukan website lain kaskus disini sudah melanggar aturan penggunaan bahasa yang dilarang oleh google adsense. TERKECUALI kaskus memang pada saat awal aplikasi mengajukan website kaskus dan/atau kaskus diterima dalam jaringan Premium publisher, Maka point ini bisa diabaikan.
  2. Konten, User generated konten bukan berarti kaskus aman dan sangat kaya konten dari kontribusi user. Memang sepintas dalam search engine kaskus terlihat seperti kaya konten tapi masalahnya konten ini tidak disaring, artinya ada beberapa konten p***ografi, vulgar, makian, umpatan, program bajakan, dan atau pencurian konten dari blog/website lain yang ter-copyright tanpa ijin. Untuk masalah konten saya rasa kaskus sudah melanggar.

Sekian dulu, semoga bisa menjadi pembelajaran buat yang lain… 😀

Kata Kunci Terkait:

Kamu boleh memberikan komentar, atau melakukan trackback dari blog kamu.
    Digg Del.icio.us StumbleUpon Reddit Twitter RSS

3 Komentar pada artikel “Study Kasus: Adsense di Kaskus Melanggar Aturan Atau Tidak?”

  1. falazu berkata:

    Pada June 18th, 2010 Jam 8:53 PM

    untuk websites 2-3 M!!!! what? blogku aja gratisan.. he he…
    Kunjungi blogku juga ya..
    MAAF DISINI BUKAN TEMPAT CARI BACKLINK ATAU PROMOSI WEBSITE

    [Balas]

  2. Pardiman berkata:

    Pada January 6th, 2011 Jam 9:34 PM

    bagus sekali pak 😀

    [Balas]



    Istanto Adi Nugroho berkata:
    Pada January 6th, 2011 jam 10:29 PM


    kalau bagus langsung di praktek ya hahahaha

    [Balas]


Berikan Komentar

[+] yoyocici emoticons Istanto Personal Blog