Penerapan Teori Mekanika Fluida Dan Persamaan Bernoulli Pada Kasus Lumpur Lapindo

Pada Thursday, 7 January, 2010 Jam 15:44 Di Tulis Oleh Istanto Adi Nugroho
Artikel dalam kategori Pribadi

Sifat-sifat fluida, Semua fluida nyata gas dan zat cair memiliki sifat-sifat khusus yang dapat diketahui antara lain: rapat massa (density), kekentalan (viscosity), kemampatan (compressibility), tegangan permukaan (surface tension), dan kapilaritas (capillarity).

Persamaan energi, Energi yang ada pada tiap saluran berat dari aliran air terdiri dari 3 bentuk dasar yaitu: energi kinetik, energi tekanan, dan energi elevasi diatas garis datum. Dari ketiga bentuk dasar energi tersebut akan di dapatkan persamaan Bernoulli yang menyatakan bahwa konservasi energi merupakan bentuk persamaan energi untuk aliran tanpa geseran dasar.

Intinya  dengan menggunakan rumus persamaan bernoulli kita bisa menghentikan semburan lumpur lapindo dan memasukkan kembali lumpur ke dalam perut bumi. Setiap semburan dari pompa ataupun sumber energi lainnya pasti memiliki total head. Penghitungan total head sendiri terpengaruhi oleh kuatnya tekanan, grafitasi, dan kecepatan fluida.

[to_like]

Data yang dimiliki dari lapangan menyebutkan kedalaman sumber lumpur Lapindo di Porong antara 0,5 Km hingga 1,9 Km. Sedang tekanan lumpur itu sebesar 2.000 PSI (pound per square inches). Dengan demikian, maka total semburan lumpur itu hanya maksimum mampu mencapai ketinggian 27 meter di atas permukaan tanah.

Apabila disekitar lubang semburan lumpur di buatkan tabung silinder mengelilingi lubang lumpur setinggi 30 meter apakah luapan lumpur akan berhenti sampai ditotal head 27 meter? Secara teori memang sudah pasti dan seharusnya lumpur berhenti pada ketinggian 27 meter namun mengingat total head ini terpengaruh oleh berbagai macam variabel kemungkinannya pasti akan meleset tapi tidak akan jauh, mungkin lebih tinggi atau malah lebih rendah dari 27 meter. Setelah lumpur berhenti kita bisa memompa lumpur yang berada di sekitar untuk kembali ke dalam perut bumi, karena massa jenisnya menjadi lebih berat dari keseimbangan maka lumpur ini akan turun kembali ke bawah (perut bumi), setelah itu memungkinkan kita untuk menutup permanen lubang semburan lumpur dengan menggunakan bahan yang massa jenisnya lebih berat.

Teori ini masuk akal tapi mungkin akan susah dalam me-realisasikan-nya dan juga entah berapa trilyun biaya yang akan di perlukan. Namun ini adalah salah satu solusi yang amat sangat terbaik dan masuk akal untuk penanggulangan kasus lumpur lapindo. Tergantung yang dapat proyek serius gak mengatasinya… tanya kenapa…? kok sampai bertahun-tahun…? duit rakyat malah dibuat beli mobil mewah… :D

[/to_like]

Kamu boleh memberikan komentar, atau melakukan trackback dari blog kamu.
    Digg Del.icio.us StumbleUpon Reddit Twitter RSS
mekanika fluida, teori mekanika fluida, rumus mekanika fluida, persamaan bernoulli, aplikasi fluida, azas bernoulli dalam fluida dan penerapannya, fluida, penerapan fluida dinamis, Aplikasi Mekanika Fluida, penerapan fluida, rumus bernoulli, penerapan mekanika fluida, aplikasi fluida dinamis, teori fluida dinamis, rumus fluida dinamis, teori torricelli, teori fluida, teori bernoulli, persamaan bernouli, lumpur lapindo terkini, makalah mekanika fluida, penerapan viskositas, aplikasi asas bernoulli, asas bernoulli dan penerapannya, penerapan konsep fluida, soal dan pembahasan mekanika fluida, PENERAPAN AZAS BERNOULLI, contoh fluida dinamis, contoh soal mekanika fluida, menerapkan konsep fluida, penerapan bernoulli, penerapan asas bernoulli, contoh soal hukum bernoulli, contoh mekanika, asas bernoulli, contoh aplikasi dari tegangan permukaan didunia kedokteran, soal bernoulli, rumus tekanan fluida, konsep pompa fluida, jurnal mekanika fluida, aplikasi bernoulli, rumus persamaan bernoulli, penjelasan tentang lumpur lapindo, konsep bernoulli, lumpur lapindo terbaru, kapilaritas fluida, mekanika fluida terapan, contoh mekanika fluida, contoh fluida, contoh aplikasi tegangan permukaan didunia kedokteran, artikel mekanika fluida, aplikasi teori kinetik gas, persamaan fluida, rumus asas bernoulli, mekanika fluida 2, mekanikal fluida, Penerapan gas ideal, teori bernouli, aplikasi gas ideal, azas bernoulli dalam fluida, aplikasi tegangan permukaan didunia kedokteran, contoh asas bernoulli, soal jawab mekanika fluida, penerapan hukum bernoulli, rumus bernouli, manfaat fluida, Aplikasi Mekanika, contoh aplikasi dari tegangan permukaan di dunia kedokteran, animasi fisika fluida, dasar teori fluida, penerapan dinamika fluida, pengertian persamaan bernoulli, teori tekanan, tekanan zat gas, kapilaritas, peristiwa lumpur lapindo, aplikasi tegangan permukaan dalam industri, aplikasi hukum bernoulli, contoh soal bernoulli, animasi fluida dinamis, contoh aplikasi tegangan permukaan di dunia kedokteran, aplikasi persamaan bernoulli, fluida dalam kesehatan, aplikasi dinamika fluida, contoh soal persamaan bernoulli, gambar luMPUR LAPINDO, Pemanfaatan prinsip fluida, pembuktian rumus viskositas, pemanfaatan fluida, penerapan teori kinetik gas, prinsip fluida, cara kerja fluida, contoh kapilaritas, fluida bergerak, energi kinetik, fluida terapan, fluida statis, fluida mekanik, artikel lumpur lapindo, aplikasi tegangan permukaan di dunia kedokteran, aplikasi viskositas dalam pertambangan, aplikasi prinsip archimedes, aplikasi tegangan permukaan di bidang kedokteran, aplikasi konsep fluida, kajian teori fluida, hukum bernoulli, hukum torricelli fluida, contoh penerapan fluida dinamis, contoh soal asas bernoulli, aplikasi dari tegangan permukaan didunia kedokteran, prinsip mekanika fluida, rumus dinamika fluida, penurunan rumus bernoulli, teori mekanika, zat gas, penerapan fluida dalam kesehatan, perhitungan mekanika fluida, persamaan bernaulli, RUMUS-RUMUS FLuida, Laporan praktikum teori torricelli, kesimpulan hukum bernoulli, penerapan hukum fluida, makalah lumpur lapindo, manfaat viskositas, manfaat mekanika fluida, rumus hukum bernoulli, teori tentang fluida, teori dasar hukum bernoulli, penerapan fisika dalam pertanian, percobaan asas bernoulli, aplikasi fluida dinamik, fluida kedokteran, buku mekanika fluida, Contoh penerapan fluida, contoh penggunaan asas bernoulli, dasar teori fluida dinamis, fluida statis ppt, alat-alat kesehatan yang berhubungan dengan fluida, animasi fluida bergerak, aplikasi tegangan permukaan dalam pertambangan, aplikasi penerapan fisika fluida dan panas, aplikasi fluida tabung gas, AZAS BERNOULLI, contoh tegangan permukaan dalam dunia kedokteran, persamaan bernauli, persamaan asas bernoulli, persamaan bernovlli, power point fluida terapan, Prinsip Kinematika Fluida Cair, prinsip torricelli, penerapan hukum pascal, penerapan persamaan bernoulli, lumpur lapindo sekarang, makalah mekanika fluida dasar, penerapan asas bernaolli, penerapan fluida statik, penerapan fluida dinamik, soal dan pembahasan hukum bernoulli, soal dan jawaban mekanika fluida, teori dasar fluida, tegangan permukaan di bidang kedokteran, teori mekanika-dinamika, teori fluida bergerak, tegangan permukaan, kasus lumpur lapindo, landasan teori fluida dinamis, Rumus aliran fluida yang berhubungan dengan densitas, praktikum torricelli, pompa fluida, persamaan dan hukum dasar fluida dinamis, penerapan fluida statis, penurunan rumus asas bernoulli, pengertian fluida, penerapan gas ideal pada balon udara, Penerapan tegangan permukaan pada bidang kedokteran, makalah hukum bernoulli, makalah fluida bergerak, makalah fluida, contoh soal dan pembahasan mekanika fluida, aplikasi aliran fluida pada sistem pengeboran minyak, animasi tekanan gas, aplikasi asas bernouli, contoh fluida cair, artikel kasus lumpur lapindo, Benda Gas, jurnal tentang mekanika fluida, aplikasi tegangan permukaan dalam dunia kedokteran, aplikasi tegangan permukaan, aplikasi tegangan permukaan di kedokteran, aplikasi viskositas pada pertambangan, aplikasi fluida mekanik, aplikasi tegangan permukaan di bidang industri, aplikasi dari tegangan permukaan di dunia kedokteran, animasi fluida statis, alat kesehatan yang berhubungan dengan fluida, aplikasi aliran fluida, contoh soal asas bernouli, contoh soal bernouli, fluida dinamis dan penerapannya, dasar teori aliran melalui lubang

9 Komentar pada artikel “Penerapan Teori Mekanika Fluida Dan Persamaan Bernoulli Pada Kasus Lumpur Lapindo”

  1. andre berkata:

    Pada January 12th, 2010 Jam 1:45 PM

    Biarin aja ah.. supaya jadi keajaiban dunia ke sekian gitu :)

    [Balas]



    isna berkata:
    Pada June 12th, 2011 jam 8:41 AM


    jangan gitu mas ilmu tidak ada batasnya

    [Balas]


  2. istanto berkata:

    Pada January 12th, 2010 Jam 6:19 PM

    @andre: hahahahaha…..

    [Balas]

  3. artdian berkata:

    Pada January 21st, 2010 Jam 6:42 PM

    masuk akal dan benar sekali adanya memang seharusnya penanganan secara teori demikian,.namun entah ada yg berani merealisasikan atau tdk..:D

    [Balas]

  4. istanto berkata:

    Pada January 21st, 2010 Jam 7:05 PM

    sudah ada yang kemukakan ide ini ke presiden waktu jaman “sayembara” lumpur lapindo dulu, sayangnya kenapa kok tiba2 nggak diteruskan mungkin pada cinta duitnya masing² kali :D

    [Balas]

  5. zaini berkata:

    Pada March 19th, 2010 Jam 5:56 PM

    SEPUTAR SEMBURAN LUMPUR PANAS

    Saya sampaikan pengamatan sementara seputar semburan lumpur panas lapindo semoga

    menjadi masukkan yang sangat penting, adapun beberapa hal yang saya sampaikan

    berikut antara lain :

    PUSAT SEMBURAN DITENGGELAMI BETON.

    Efeknya adalah getaran di dalam dari tenggelamnya beton. Sedangkan pada sumur pusat semburan tanah didalamnya sensitif akibat dari kebocoran pengeboran. Penumpukan beton akan mengakibatkan air bertekanan tinggi yang menghasilkan lumpur panas menerobos dan menggerus tanah disekitar pusat semburan. Sehingga terjadi pelebaran diameter yang mengakibatkan semburan makin besar. Pelebaran diameter juga dapat diakibatkan karena lamanya waktu semburan yang hampir selama 4 tahun. Kalau pusat semburan makin besar mungkin semburan liar yang terjadi berkurang itu karena air bertekanan tinggi lebih cenderung fokus pada ruang yang lebih besar (pusat semburan). Kalau semburan liar yang terjadi setelah pelebaran diameter itu merupakan air bertekanan tinggi terperangkap dalam jumlah yang sangat kecil sehingga semburan liar yang terjadi berlangsung dalam waktu yang tidak lama. Tentang semburan liar terjadi suhunya tidak selalu tinggi itu karena air bertekanan tinggi mengalami kapilaritas (peresapan) sehingga air bertekanan tinggi tidak mampu keluar dan hanya memberikan gaya pada air tanah sehingga yang keluar kepermukaan hanya air tanah yang bersuhu rendah

    (beberapa semburan liar yang terjadi suhunya rendah dan berlangsung pada waktu yang tidak lama)

    FENOMENA SEMBURAN BERHENTI BEBERAPA SAAT

    Itu merupakan penumpukan beton dengan diameter dengan ukuran bervariasi. Karena terjadi penumpukan maka semburan berhenti beberapa saat. Ketika semburan berhenti beberapa saat akibat penumpukan beton, lumpur panas hasil air bertekanan tinggi tidak bisa keluar dan menyebabkan penggerusan lapisan lempung oleh air bertekanan tinggi yang dapat membentuk wadah lumpur, sementara itu air bertekanan tinggi terus-menerus diberikan dari kebocoran pengeboran maka air bertekanan tinggi terus-menerus memberikan gaya pada wadah lumpur, karena volume lumpur sangat besar dan air bertekanan tinggi terus-menerus diberikan dari kebocoran pengeboran, cepat atau lambat lumpur panas hasil air bertekanan tinggi akan keluar. Sementara itu tanah disekitar pusat semburan sensitif akibat suhu tinggi dan getaran dari tenggelamnya beton. Sehingga dengan mudah daerah ini (pusat semburan lebih cenderung dilalui) penumpukan beton tidak lebih kedalaman 80m karena pusat semburan yang terjadi tidak pindah .

    KEGAGALAN MENGHENTIKAN SEMBURAN LUMPUR DENGAN BERAT JENIS LUMPUR YANG LEBIH TINGGI

    Selain karena kehabisan lumpur dengan berat jenis lumpur yang lebih tinggi, faktor lain yang mempengaruhi adalah suhu didalam yang sangat tinggi, sehingga lumpur dengan berat jenis yang lebih tinggi juga ikut tergerus.

    TENTANG SEMBURAN YANG AKAN DIPREDIKSIKAN BERHENTI DALAM WAKTU 31 ATAU 100 TAHUN.

    Tidak ada yang bisa memprediksikan kapan semburan akan berhenti karena tidak ada yang mengetahui pasti berapa energi yang dipakai untuk menghasilkan semburan lumpur panas. Kalaupun semburan berhenti dari waktu diprediksikan tidak menutup kemungkinan dalam radius beberapa meter akan mengalami ambles atau longsor secara besar-besaran dan dampak lainnya akan menghadang dimasa yang akan datang

    PERTANYAAN SAYA

    a) Bagaimana bisa pusat semburan jaraknya 150m dari pengeboran ?

    b) Apakah pada waktu tertentu pusat semburan memuntahkan atau mengeluarkan lumpur dengan volume lumpur yang lebih banyak ? Mengapa ?

    c) Apakah pada mata air penduduk sekitar pusat semburan air asin ? Mengapa ?

    ( mohon dibalas untuk dugaan dan karya tulis saya)

    Kegagalan pengeboran menyebabkan air bertekanan tinggi diantara partikel pasir menekan ke samping memberikan ruang gerak air bertekanan tinggi. Sehingga air bertekanan tinggi membuat daerah untuk dilalui. Dan dalam perjalanan mulanya air bertekanan tinggi melewati pori-pori dan meresap yang menyebabkan penggerusan sehingga air bertekanan tinggi membentuk sebuah daerah untuk dilalui, untuk mnghentikan kebocoran rasanya sangat sulit karena air bertekanan tinggi dalam waktu hampir 4 tahun sudah membuat daerah yang lebih luas bergerak. Lakukan pengeboran kembali diantara pusat semburan dengan pengeboran lama sesuai standart pengeboran, sebelum elakukan pengeboran baru tarik garik lurus antara pusat semburan dengan pengeboran lama cari jarak idealnya melaui perhitungan. Bor hingga kedalaman kebocoran, tentukan juga titik potong kedalaman pengeboran baru. Lumpur yang dihasilkan mengandung gas-gas asam yang beracun, semua upaya penanggulangan sudah maksimal, terpaksa menghentikan semburan dengan reaksi kimia, masukkan senyawa kimia ALKALI (HIDROKSIDA) agar bereaksi dengan fluida yang naik dari pusat semburan, masukkan dari pengeboran baru.

    volume senyawa ALKALI (HIDROKSIDA) yang dimasukkan lebih dari atau sama dengan volume debit lumpur yang dikeluarkan dari pusat semburan.

    Untuk memilih senyawa ALKALI(HIDROKSIDA), tentukan dengan viskositas lumpur, suhu lumpur, berat jenis lumpur dan ukuran partikel lumpur atau sesuaikan dengan pertanyaan saya pada nomor 5 poin b dan c. Gerakan fluida karena under grund akan membantu penghomogenan

    Untuk penentuannya sebagai berikut:

    A = ½ x B x C x D

    E

    F² = B²-C²+D²

    ketrangan:

    A = Jarak ideal untuk melakukan pengeboran baru (m)

    B = Kedalaman kebocoran pengeboran (m)

    C = Jarak antara pusat semburan dengan pengeboran lama(m)

    D = Diameter pipa yang digunakan untuk melakukan pengeboran baru (m)

    E = Debit perhari dari pusat semburan (m3)

    F = Kedalaman kebocoran (m)

    Untuk pengeboran baru tidak lebih atau sama dengan kebocoran pengeboran lama.

    (kalau mungkin ada penentuan lain). Kalau bisa dimasukkan dari pengeboran lama tidak perlu melakukan pengeboran baru karena bisa langsung bereaksi.

    Kalau dalam dalam waktu hampir 4 tahun bisa menenggelamkan sekian desa kalau dalam beberapa tahun kedepan berapa desa lagi yang akan tenggelam, ( maaf saya tidak bisa mengirimkan gambarnya melalui email,bila perlu bisa difaks-kan ).

    untuk tamabahan.

    Lumpur yang naik kepermukaan suhunya tinggi dengan disertai gas-gas beracun, NaOH mungkin yang efektif untuk bereaksi dengan fluida yang naik( kalau ada senyawa lain yang lebih efektif)

    prinsip dari metode ini adalah menetralkan fluida yang bersuhu tinggi disertai gas-gas beracun.. NaOH yang dimasukkan akan bereaksi dengan fluida, NaOH juga dapat mengendapkan unsur-unsur logam berat yang ada dalam fluida. Jika fluida netral kebocoran pengeboran akan tersumbat endapan dari reaksi. Efek dari metode ini mungkin adalah mata air penduduk sekitar, pH mata air penduduk akan sedikit meningkat. (pertanyaan pada poin c) (mungkin ada senyawa lain yang lebih ekfetif).

    Kalau bisa Sebelum melakukan metode tersebut pastikan sumur yang dilakukan pengeboran miring dalam keadaan tdak berfungsi agar senyawa yang dimasukkan hanya fokus tertuju pada pusat semburan dan beberapa semburan yang terjadi disekitarnya

    (bisa disampaikan pada ahlinya)

    Pengamatan saya hampir 4 tahun dan kejanggalan beberapa teori untuk semburan lumpur panas lapindo :

    TEORI UNDERGRUND

    Harusnya ada 2 pusat semburan diarah berlawanan diantara lokasi pengeboran.

    TEORI MUD VULCANO / DANAU LUMPUR

    Tidak dapat di pungkiri lumpur yang keluar berasal dari lapisan lempung akibat penggerusan air bertekanan tinggi.

    TEORI GEMPA BUMI

    Kalau menurut pengaruh gempa diyogyakarta harusnya terjadi gerakan spontan. Begitu gempa diyogya berlangsung, harusnya beberapa menit efeknya juga berimbas pada pusat semburan. Tapi yang terjadi selang waktu 2 hari (kalau boleh diizinkan bisa langsung dijelaskan dilokasi )

    FENOMENA PUSAT SEMBURAN MENGELUARKAN MINYAK

    Jika diizinkzn saya ingin menanyakan kapada pihak pengebor yang dulu dan ahli geologi untuk memperkuat dugaan saya. Mungkin pertanyaan ini bisa bermanfaat.

    KESIMPULAN SAYA DALAM PENGAMATAN HAMPIR 4 TAHUN

    Berdasarkan fakta dilokasi kejadian sulitnya upaya penaggulangan karena kemiringan naiknya fluida

    [Balas]

  6. ruby berkata:

    Pada March 29th, 2010 Jam 6:01 AM

    minta rumusan turbin uap donk….yang mencari daya ya ( W )

    [Balas]

  7. arief mesin09 berkata:

    Pada December 1st, 2010 Jam 9:50 AM

    teman, boleh minta file tentang aplikasi mekanika fluida DI pembangkit listrik tenaga uap(PLTU) PADA SISTEM BOILER ?

    [Balas]

  8. Putra Wijaya berkata:

    Pada March 7th, 2012 Jam 8:55 AM

    Bagus2…
    Tp mengapa itu belu terpikir oleh ilmua2 kta??

    [Balas]

Berikan Komentar

[+] yoyocici emoticons