Kasus Luna Maya, UU-ITE Membatasi Kebebasan Berbicara?

Pada Wednesday, 23 December, 2009 Jam 4:03 Di Tulis Oleh Istanto Adi Nugroho
Artikel dalam kategori Pribadi, Serius

Kasus yang berat… Kemarin lagi-lagi ada kisruh kasus Luna Maya yang kabarnya di tuntut karena melecehkan profesi wartawan (bukan jurnalist, kalau jurnalist menulis dengan fakta dan bukti yang nyata, kalau wartawan bisa menulis dengan abstrak yang dalam hal ini kita pandang sebagai ISU) infotainment dengan kata “pelacur” dan “pembunuh“.  Setelah menunggu beberapa hari kasusnya kok semakin ramai dibicarakan di setiap berita. Saya sendiri bingung, kalau misalnya mbak luna ini akibat menulis kata-kata itu bisa di ajukan ke meja hijau bagaimana dengan beberapa komentator yang menulis kalimat² kotor di blog ini? Apakah saya bisa menuntut mereka semua ke meja hijau dan di proses dengan hukum yang berlaku?

Karena sangat penasaran saya akhirnya mencari informasi tentang UU-ITE dan membaca isinya. Khususnya di bagian pasal 27 ayat 1,2,3 dan 4. Buat yang belum punya silahkan download di sini.

BAB VII

PERBUATAN YANG DILARANG

PASAL 27

1. Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektonik dan/atau mendistribusikan dokumen elektronik yang memiliki muatan melanggar kesusilaan.

2. Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau mendistribusikan dokumen elektronik yang memiliki muatan perjudian.

3. Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau mendistribusikan dokumen elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.

4. Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau mendistribusikan dokumen elektronik yang memiliki muatan pemerasan dan/atau pengancaman.

Setelah saya baca baik-baik ternyata ayat nomor 3 inilah yang sering di ributkan, nantinya dapat disalah-gunakan atau memang sengaja dijadikan jeratan hukum dimana kebebasan seseorang untuk menulis blog, email, atau semua bentuk dokumen elektronik apapun itu bentuknya menjadi terbatasi. Kita ambil contoh misalnya anda merasa tidak puas dengan pelayanan A. Anda menulis segala ketidakpuasan anda entah itu dalam bentuk blog,email, atau dokumen elektronik lainnya  meskipun dalam konteks sebenarnya anda melakukan kritik bisa disalah artikan menjadi pelecehan nama baik, maka sebenarnya anda bisa dituntut karena di anggap mencemarkan nama baik seseorang/organisasi.

Kalau saya mengacu pada pasal 27 ayat nomor 3 ini saya bisa melakukan tindakan proses tuntutan hukum pada semua komentator yang bersifat negatif dan atau bersifat melecehkan, silahkan kalian cari banyak sekali dalam blog ini komentar berjenis seperti itu. Dan juga saya bisa di tuntut karena di anggap melecehkan nama baik meskipun dalam konteks “kebenaran” atau “kenyataan” yang memang terjadi.

Rasa-rasanya undang undang ini perlu di revisi ulang di khususkan untuk konteks “kebenaran” atau “kenyataan” mengingat dalam hal ini semua orang bisa melakukan tuntutan hukum kalau merasa di maki/di hina/di lecehkan. Konteksnya sendiri  memang tidak jelas, saya sendiri bingung sebenarnya kategori yang seperti apa yang bisa di jadikan tuntutan hukum terkecuali memang di revisi ulang untuk si “pelaku”.

Sudah ada dua korban karena ketidak-jelasan UU-ITE ini yaitu pertama kasus mbak prita, yang kedua baru-baru ini kasus luna maya. Padahal sekali lagi kalau di teliti dengan sangat bijak kedua orang (Prita dan Luna maya) ini tidak termasuk dalam orang yang melanggar pasal 27 ayat 3 UU-ITE. Itu semua murni ungkapan kekesalan (menurut logika pribadi), kalau semua boleh menuntut apa jadinya hukum di Indonesia ini? carut marut………

Kata Kunci Terkait:

Kamu boleh memberikan komentar, atau melakukan trackback dari blog kamu.
    Digg Del.icio.us StumbleUpon Reddit Twitter RSS

3 Komentar pada artikel “Kasus Luna Maya, UU-ITE Membatasi Kebebasan Berbicara?”

  1. PIUTY berkata:

    Pada December 25th, 2009 Jam 3:15 PM

    Klo mikir n mengkaji yg atu ini, wah bikin pale nambah puyenk.

    [Balas]

  2. toni kriboooooo berkata:

    Pada December 26th, 2009 Jam 8:21 PM

    kalo mau adil… darah dibayar darah… cocot dibayar cocot.. komen dibayar komen… posting dibayar posting… lha nama aja info tai nment… kalo merasa tersinggung ya bales komen aja toh beres.. lagian si penyocot udah minta maaf juga… hare gene sok ndak kasih maaf ? tunggu karmanya aja dah… satu waktu tuh info tai nment salah cocot (gosip yang keleru) apa berani minta maaf ? yang ada malah ngorek2 aib orang… sadar euy..

    [Balas]

  3. arsiva berkata:

    Pada December 27th, 2009 Jam 12:57 PM

    kawan2 pers silahkan memburu berita sebagai informasi yang berdasarkan fakta, tapi ingat berlakulah secara profesional sesuai dengan kapasitasnya tanpa harus memaksa arau membuat ketidak nyamanan bagi yang diburu. jangan gunakan UU sebagai senjata tapi gunakanlah sebagai koridor untuk bekerja secara profesional. ingat mereka juga manusia yang juga punya hak untuk dilindungi. dan mereka juga punya privasi seperti yang saudara2 miliki. kalau misalnya itu terjadi pada kawan2 pers sendiri bagaimana????!!! itu akan menjadi AIB modern bagi penikmat berita.

    [Balas]

Berikan Komentar

[+] yoyocici emoticons