Tonsilitis Atau Amandel

Pada Sunday, 22 November, 2009 Jam 15:37 Di Tulis Oleh Dahlia Wardhani
Artikel dalam kategori kesehatan, Pribadi

Hem… kalau dengar penyakit ini jadi ingat waktu saya SD. Pernah suatu saat saya sakit panas di sertai batuk pilek yang ga sembuh-sembuh (malunya saya dulu penyakitan xixixixi ) waktu di periksa sama dokter si dokter berkata “wah adek ini pentol baksonya harus di ambil” dalam pikiran saya “hah? Pentol bakso yang kemaren nyangkut ya?”. Jadi saat itu saya di rawat dan dilakukan tonsilektomi (pengangkatan tonsil). Karena operasinya waktu SD jadi saya tidak takut tuh bakalan diapain. Tiba-tiba saja di pakaikan topi-topian yang warna hijau (dan saya baru sadar waktu praktek kalau itu topi operasi dan tidak seharusnya buat mainan di muka) kemudian saya di pakaikan baju yang kaya daster tapi warnanya putih. Dan saya di suntik di bokong (sumpah saya di suruh jengking waktu itu hehehe) dan tiba- tiba saya merasa seperti kaya terbang. Dan terakhir yang saya ingat orang tua saya mewek waktu saya di dorong pake brangkar gak tau ke mana (dan saya menyimpulkan ke ruang operasi)

tonsilitis-atau-radang-amandel

Yah itulah pengalaman pertama saya di operasi tonsilektomi (bangga hehehehe). Dan sesudah dioperasi rasanya memang sakit untuk menelan. Dan pasien di anjurkan untuk banyak  minum air es dengan rasional untuk mencegah perdarahan. Tapi ya namanya sakit…. telan apa saja tetap saja sakit, es krim yang luwezat jadi ga enak hehehehe.

Tonsil atau yang biasa kita sebut amandel adalah kumpulan jaringan limfoid yang terletak pada kerongkongan di belakang kedua ujung lipatan belakang mulut. Guna dari tonsil atau amandel ini adalah mencegah agar infeksi tidak menyebar ke seluruh tubuh dengan cara menahan kuman memasuki tubuh melalui mulut, hidung, dan kerongkongan. Oleh karena itu tidak jarang tonsil atau amandel kita sering meradang.Tonsillitis adalah peradangan umum dan pembengkakan dari jaringan tonsil dengan pengumpulan lekosit, dan sel-sel epitel mati dan bakteri pathogen dalam kripta.

Biasanya penyakit ini banyak diderita oleh anak kecil tapi tidak menutup kemungkinan pada orang dewasa. Tanda dan gejala biasanya adalah nyeri tenggorokan, nyeri telan, tegang otot-otot leher, hipersalivasi ( banyak mengeluarkan air liur), suara sengau. Biasanya pada anak-anak disertai demam dan batuk pilek.

[to_like]

Klasifikasi tonsillitis ini ada 6 klasifikasi:

  1. Tonsilitis akut dengan gejala tonsil membengkak dan hiperemis permukaan nya yang diliputi eksudat (nanah) berwarna putih kekuning- kuningan.
  2. Tonsilitis folikularis dengan gejala tonsil membengkak dan hiperemis dengan permukaannya berbentuk bercak putih yang mengisi kripti tonsil yang disebut detritus. Detritus ini terdiri dari leukosit, epitel yang terlepas akibat peradangan, dan sisa-sisa makanan yang tersangkut (hemmm mungkin waktu itu tonsilitis /amandel saya termasuk klasifikasi ini ya…).
  3. Tonsilitis lakunaris dengan gejala bercak yang berdekatan, bersatu dan mengisis lakuna (lekuk-lekuk) permukaan tonsil.
  4. Tonsilitis membranosa dengan gejala eksudat yang menutupi permukaan tonsil yang membengkak tersebut meluas menyerupai membran. Membran ini biasanya mudah diangkat atau di buang dan berwarna putih kekuning- kuningan.
  5. Infiltrat peritonsiler dengan gejala perkembangan lanjut dari tonsiitis akut. Perkembangan ini sampai ke palatum mole (langit-langit), tonsil menjadi terdorong ke tengah, rasa nyeri yang sangat hebat , air liur pun tidak bisa di telan. Apabila dilakukan aspirasi (penyedotan dengan spuit/ suntikan) di tempat pembengkakan di dekat palatum mole (langit- langit) akan keluar darah.
  6. Abses peritonsil dengan gejala perkembangan lanjut dari infiltrat peritonsili. Dan gejala klinis sama dengan infiltrat perintonsiler. Apabila dilakukan aspirasi (penyedotan dengan spuit/ suntikan) di tempat pembengkakan di dekat palatum mole ( langit- langit) akan keluar NANAH.

Wahhh klasifikasi yang terakhir mungkin sudah dalam tahap kronis dan harus segera dilakukan pengangkatan tonsil. Penyebab tonsilitis ini karena adanya bakteri- bakteri seperti streptokokus hemolitikus grup A, pneumokokus, stafilokokus, haemofilus influenza.

Pengobatan yang biasa dilakukan untuk penanganan gejala awal adalah:

  1. Istirahat dan pemberian antipiretik dan analgesik.
  2. Pemberian cairan yang cukup dan untuk sementara makan makanan lunak.
  3. Pemberian antibiotik golongan penisilin selama 5 hari dosis tinggi (namun sebelumnya di cek terlebih dahulu adakah alergi terhadap penisilin).
  4. Pemberian obat kumur hangat (½ sendok teh garam dalam 1 gelas air) atau obat kumur antiseptik.
  5. Kalau tidak ada kemajuan maka alternatif tindakan adalah dengan tonsilektomi. Tonsilektomi adalah suatu tindakan pembedahan yang dilakukan untuk mengambil tonsil dengan atau adenoid.
  6. Untuk abses peritonsiler dilakukan tindakan penyayatan/insisi untuk mengeluarkan nanah, dimana nanah dikeluarkan dengan menggunakan alat penghisap, nah bila infeksi sudah berkurang dapat dilakukan tonsiektoni 2-3 minggu kemudian.

[/to_like]

Kata Kunci Terkait:

Kamu boleh memberikan komentar, atau melakukan trackback dari blog kamu.
    Digg Del.icio.us StumbleUpon Reddit Twitter RSS

Satu Komentar pada artikel “Tonsilitis Atau Amandel”

  1. hendra berkata:

    Pada August 5th, 2011 Jam 9:38 PM

    nice blog n info brur…ane kemaren kena yg jenis 1 kalee ya, untung hanya dgn amoxilin, parasetmol, vit c + obat kumur lasterin rutin 3 hari kelar tuh radang…(just share)
    trims blognya.

    [Balas]

Berikan Komentar

[+] yoyocici emoticons