Sosialisasi Larangan Belok Kiri Yang Buruk, Denda Rp 250,000

Pada Tuesday, 27 October, 2009 Jam 12:36 Di Tulis Oleh Istanto Adi Nugroho
Artikel dalam kategori Iseng, Pribadi, Serius

BACA ARTIKEL INI DALAM FORMAT AMP Sosialisasi Larangan Belok Kiri Yang Buruk, Denda Rp 250,000

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Ajigile…… lo kata aturan kalau dirubah lalu tanpa sosialisasi besar-besaran orang semua bisa tau? hehehe… Artikel ini mungkin merupakan sedikit protes kecil kepada orang-orang yang ada dibelakang tugas “sosialisasi” khususnya mungkin polisi. Sejak aturan baru keluar yaitu tentang adanya larangan belok kiri, terkecuali ada rambu atau tanda khusus yang memperbolehkan belok kiri langsung.

belok-kiri

Peraturan Pemerintah No. 43/1993, Pasal 59 Ayat 3 yang lama berbunyi “Pengemudi dapat langsung belok ke kiri pada setiap persimpangan jalan, kecuali ditentukan lain oleh rambu-rambu atau alat pemberi isyarat lalu lintas pengatur belok kiri” lalu di revisi menjadi Undang Undang Lalu Lintas UU No. 22/2009 Pasal 112 ayat 3 yang berbunyi “Pada persimpangan Jalan yang dilengkapi Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Pengemudi Kendaraan dilarang langsung berbelok kiri, kecuali ditentukan lain oleh Rambu Lalu Lintas atau Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas

Mohon dibaca hati-hati UU ini pengartiannya bisa disalah gunakan kalau orang pandai bersilat lidah. Arti yang saya tangkap SEMUA JALAN RAYA BAIK YANG ADA ISYARAT BELOK KIRI BOLEH LANGSUNG MAUPUN YANG TIDAK ADA, SEMUA PENGENDARA DI LARANG BERBELOK KIRI TERKECUALI DI PERBOLEHKAN/DITENTUKAN OLEH POLISI LALU LINTAS ATAU RAMBU LALU LINTAS. Menurut singkat saya aturan baru ini melarang semua pengguna jalan untuk belok kiri langsung, dan hanya akan diperbolehkan jika polisi lalu lintas yang mengatur traffic lalu lintas memperbolehkan atau rambu lalu lintas.

Tolong pelajari dan pahami apa itu rambu lalu lintas di id.wikipedia.org/wiki/Rambu_lalu_lintas agar kalian bisa membedakan.

Sayangnya sosialisasi untuk peraturan baru ini mungkin boleh di katakan tidak ada sama sekali, jujur saja coba kalian tanya teman saja apa dia tau aturan baru ini? saya yakin 7 dari 10 teman kalian tidak tau aturan baru ini. Ini buruk sekali seharusnya sosialisasi di lakukan dengan media yang mencakup seluruh indonesia (dalam hal ini karena ini merupakan aturan dalam negara kesatuan republik indonesia), dalam hal ini stasiun TV-lah yang berperan sangat penting karena bisa menjangkau hampir seluruh Indonesia, seharusnya ada iklan layanan masyarakat yang mensosialisasikan aturan baru ini agar dengan cepat semua masyarakat umum tau.

Buruknya karena sosialisasi aturan baru ini tidak dilakukan sekarang banyak sekali terjadi pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh pihak polisi lalu lintas sendiri yang mungkin merupakan oknum “sedikit nakal” tidak tanggung-tanggung sekali melanggar dendanya Rp 250.000 lumayan bisa buat beli bakso berapa mangkok tuh….?? 😀

Sama seperti kejadian kemarin aturan ini membuat traffic lalu lintas menjadi kacau balau, terutama di lampu merah coba kalian perhatikan di tempat masing-masing…. Saya kemarin waktu berhenti di kiri lampu merah ada mobil di belakang klakson terus dan marah² saya heran kenapa itu orang apa dia nggak tau aturan belok kiri dilarang, saya lihat juga tidak ada rambu² yang memberikan isyarat belok kiri, lalu akhirnya saya mengalah saya bergeser sedikit untuk memberikan ruang mobil itu, kemudian mobil itu tancap gas belok kiri dengan sangat tidak berdosa… lucunya disitu ada POLISI yang lihat tapi cuma diam saja, Bagaimana ini… aturan kok kacau balau… tanya kenapaaaa?????????????????????????

Kata Kunci Terkait:

Kamu boleh memberikan komentar, atau melakukan trackback dari blog kamu.
    Digg Del.icio.us StumbleUpon Reddit Twitter RSS

7 Komentar pada artikel “Sosialisasi Larangan Belok Kiri Yang Buruk, Denda Rp 250,000”

  1. PIUTY berkata:

    Pada October 28th, 2009 Jam 5:18 PM

    suatu kemunduran yak.
    brarti….. UU dibuat tambah buat orang binun ajah.

    [Balas]

  2. Davinius berkata:

    Pada October 28th, 2009 Jam 7:07 PM

    tadi juga sore jm 4 di lampumerah stasiun kota… disitu gk ad tanda belok kiri dilarang atau gk ad lampu buat menandakan belok kiri.. baru lewat dikit lampu merahnya langsung di peluit petugas… alesannya nrobos lampu merah, pas kita tanya kn gk ad rambunya, dy bilang klo lampunya kuning arah kiri baru jalan, sedangkan lampunya yang arah ke kiri mati total… yg nyala lampu merah biasa… trus stnk ma sim ditahan trus dy minta 80rb, trus tmen bilang belok kiri kn baru sosialisasi dan rambu masih lom jelas, tapi polisinya tetep gk mw, akhirnya mw gk mw biar ceped beres 50rb amblas dh..hwhwhwh

    kn kasian pengguna jalan yang lain klo masih lom jelas bgini…

    [Balas]

  3. Istanto Adi Nugroho berkata:

    Pada October 28th, 2009 Jam 9:24 PM

    @piuty: bukan kemunduran mungkin lebih tepatnya kelalaian seharusnya kegiatan sosialisasi itu yang diperbanyak biar banyak orang umum tau aturan baru, UU berguna untuk menertibkan tapi kalo ga disosialisasikan sama saja kayak ngomong ama tembok hehehe…
    ———————————————–
    @davinius: Kasihan 50 ribu dapat bakso berapa mangkok tuh? hehehe… itu salah satu oknum nakal, sebenarnya kalau dibawa ke kantor pun dia akan takut karena pasti akan disalahkan atasannya, sekarang masa sosialisasi harusnya dendanya teguran, tapi kalau buat menerobos lampu merah saya nggak ikutan yah 🙂

    [Balas]



    satrio mandala berkata:
    Pada June 10th, 2011 jam 10:03 AM


    kalo gu liat,60% oknum polisi sich emang ga jauh beda ma jagal mtor di jalanan,mau ndak mau ya Qta mesti kena!yp parah lg kemaren ak mnta skck di kapolsek tmpat gua,gra2 pajak mtor telat eh,STNK N BPKB di tileb ..huu..polisi mcm apa itu..

    [Balas]


  4. PIUTY berkata:

    Pada October 29th, 2009 Jam 7:01 AM

    kemunduran yg ak maksud gini lho….
    andai biasa kiri belok langsung kan bs mengurangi antrean panjang, karna ikut ngantre na pengguna yg biasa belok kiri langsung antrean jd panjang dunk.
    tp di daerah blom berlaku ko UU ini…. 🙂
    andai UU yg disosialisasikan pengguna jl yg “tertib & disiplin diri bagi pengguna kendaraan di jl” tanpa hrs ada police yg slalu ada jaga persimpangan, pasti UU na ga di ganti.

    hidup Mr POLICE…

    [Balas]

  5. Istanto berkata:

    Pada October 29th, 2009 Jam 12:18 PM

    iya sih memang kalo belok kiri langsung bisa mengurangi antrean panjang 😀

    [Balas]

  6. DESY IRSALINA berkata:

    Pada November 27th, 2009 Jam 1:51 PM

    Q setuju banget dengan adanya aturan itu. tapi yang tidak bisa saya terima masih banyak manusia – manusia yang melanggar padahal jelas – jelas tertulis jelas di spanduk. yang buat aku tambah sebel tuh. di pos polisi ada polisinya tapi kenapa kuq g da sanksi??:????
    Q suetuju dengan semua peraturan yang positif, tapi aku mohon hukum dantindak semua yang salah. BAgi aparat lalu lintas JANGAN MAU DI SUAP BERAPAPUN BESARNYA UANG YANG DI BERIKAN TOH ITU JUGA UNTUK KESELAMATAN PENGGUNA JALAN!!!!!!

    [Balas]

Berikan Komentar

[+] yoyocici emoticons Istanto Personal Blog