Tips Menyelamatkan Diri Saat Gempa

Pada Wednesday, 7 October, 2009 Jam 15:44 Di Tulis Oleh Istanto Adi Nugroho
Artikel dalam kategori Pribadi, Serius
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (3 votes, average: 0.33 out of 5)
Loading ... Loading ...

Banyak ragamnya tips untuk menyelamatkan diri saat terjadi gempa bumi tetapi untuk tips kali ini saya lebih menekankan mengenai “segitiga kehidupan” saat bangunan runtuh kebawah akan menimpa semua benda dibawahnya, kalau kita berlindung dibawah sesuatu, anggap saja sebuah meja…. maka kekuatan benda itu adalah tumpuan kehidupan kita, kalau benda yang menimpa meja tersebut masih mampu ditahan oleh meja itu maka kita akan selamat. Namun apabila meja tersebut tidak kuat menahan maka kita akan hancur remuk dibawahnya, banyak kasus terjadi seperti ini korban meninggal tertimpa reruntuhan.

Apa itu yang disebut “segitiga kehidupan” ? Segitiga kehidupan itu hanyalah sebuah istilah sebagai tempat darurat yang paling aman untuk kita berlindung saat terjadi gempa bumi, ini berdasarkan fakta-fakta, pengalaman  dan analisa dari beberapa orang yang berhasil selamat dari gempa bumi.  Memang rumah/bangunan tahan gempa bisa menyelamatkan orang didalamnya namun apabila kekuatan gempa diatas kemampuan rumah/bangunan anti gempa tersebut cara yang paling strategis adalah mencari segitiga kehidupan terdekat.

[to_like]

Dimana posisi segitiga kehidupan ini? Ada banyak… salah satunya adalah di sisi sebuah benda besar, di pertigaan tembok rumah/bangunan dan lainnya.

segitiga kehidupan

Seperti kita ketahui segitiga atau sudut rumah/bangunan kita adalah berisi sebuah tiang/besi yang cukup kuat untuk menahan patahan horizontal, tempat ini sangat strategis untuk berlindung dari runtuhan dinding atau atap. Selain itu segitiga kehidupan bisa kita temui di sisi sebelah obyek, bukan pada bawah obyek… Pada gambar diatas saya gambarkan sisi sebuah lemari yang merupakan tempat strategis untuk berlindung dari runtuhan atap bangunan.

Segitiga kehidupan tidak menjamin kita akan selamat, namun disaat gempa terjadi posisi segitiga kehidupan dapat menyelamatkan nyawa kita walaupun menyisakan sebuah ruang kosong yang cukup sempit, dengan adanya segitiga kehidupan ini kemungkinan perbandingan kita untuk bertahan hidup adalah 70% banding 30%.

Berikut ini adalah 10 Tips dalam melindungi diri saat terjadi Gempa Bumi oleh Doug Copp :

  1. Hampir semua orang yang hanya menunduk dan berlindung pada saat bangunan runtuh, meninggal karena tertimpa runtuhan. Orang-orang yang berlindung di bawah suatu benda akan remuk badannya.
  2. Kucing, anjing dan bayi biasanya mengambil posisi meringkuk secara alami. Itu juga yang harus kita lakukan pada saat gempa. Ini adalah insting alami untuk menyelamatkan diri. Kita dapat bertahan hidup dalam ruangan yang sempit. Ambil posisi di samping suatu benda, di samping sofa, di samping benda besar yang akan remuk sedikit, tapi menyisakan ruangan kosong di sebelahnya.
  3. Bangunan dari kayu adalah tipe konstruksi yang paling aman selama gempa bumi. Kayu bersifat lentur dan bergerak seiring ayunan gempa. Jika bangunan kayu ternyata tetap runtuh, banyak ruangan kosong yang aman akan terbentuk. Disamping itu, bangunan kayu memiliki sedikit konsentrasi dari bagian yang berat. Bangunan dari batu bata akan hancur berkeping-keping. Kepingan batu bata akan mengakibatkan luka badan tapi hanya sedikit yang meremukkan badan dibandingkan beton bertulang.
  4. Jika kita berada di tempat tidur pada saat gempa terjadi, berguling lah ke samping tempat tidur. Ruangan kosong yang aman akan berada di samping tempat tidur. Hotel akan memiliki tingkat keselamatan yang tinggi dengan hanya menempelkan peringatan di belakang pintu agar tamu-tamu berbaring di lantai di sebelah tempat tidur jika terjadi gempa.
  5. Jika terjadi gempa dan kita tidak dapat keluar melalui jendela atau pintu, maka berbaring lah meringkuk di sebelah sofa atau kursi besar.
  6. Hampir semua orang yang berada di belakang pintu pada saat bangunan runtuh akan meninggal. Mengapa? Jika kita berdiri di belakang pintu dan pintu tersebut rubuh ke depan atau ke belakang kita akan tertimpa langit-langit di atasnya. Jika pintu tersebut rubuh ke samping, kita akan tertimpa dan terbelah dua olehnya. Dalam kedua kasus tersebut, kemungkinan untuk selamat sangat mustahil!
  7. Jangan pernah lari melalui tangga. Tangga memiliki “momen frekuensi” yang berbeda (tangga akan berayun terpisah dari bangunan utama). Tangga dan bagian lain dari bangunan akan terus-menerus berbenturan satu sama lain sampai terjadi kerusakan struktur dari tangga tersebut. Orang-orang yang lari ke tangga sebelum tangga itu rubuh akan terpotong-potong olehnya. Bahkan, jika bangunan tidak runtuh, jauhilah tangga. Tangga akan menjadi bagian bangunan yang paling mungkin untuk rusak. Bahkan jika gempa tidak meruntuhkan tangga, tangga tersebut akan runtuh juga pada saat orang-orang berlarian menyelamatkan diri. Tangga tetap harus diperiksa walaupun bagian lain dari bangunan tidak rusak.
  8. Berdirilah di dekat dinding paling luar dari bangunan atau di sebelah luarnya jika memungkinkan. Akan lebih aman untuk berada di sebelah luar bangunan daripada di dalamnya. Semakin jauh kita dari bagian luar bangunan, maka akan semakin besar kemungkinan jalur menyelamatkan diri tertutup.
  9. Orang-orang yang berada di dalam kendaraan akan tertimpa jika jalanan di atasnya runtuh dan meremukkan kendaraan ini yang ternyata terjadi pada lantai-lantai jalan tol Nimitz. Korban dari gempa bumi San Fransisco semuanya bertahan di dalam kendaraan mereka dan meninggal. Mereka mungkin dapat selamat seandainya keluar dari kendaraan dan berbaring di sebelah kendaraan mereka. Semua kendaraan yang hancur, memiliki ruangan kosong yang aman setinggi 1 meter di sampingnya, kecuali kendaraan yang tertimpa langsung oleh kolom jalan tol.
  10. Doug menemukan, pada saat merangkak di bawah kantor perusahaan koran dan kantor lain yang menyimpan banyak kertas bahwa kertas tidak memadat. Ruangan kosong yang besar ditemukan di sekitar tumpukan kertas-kertas.

[/to_like]

Kata Kunci Terkait:

Kamu boleh memberikan komentar, atau melakukan trackback dari blog kamu.
    Digg Del.icio.us StumbleUpon Reddit Twitter RSS

7 Komentar pada artikel “Tips Menyelamatkan Diri Saat Gempa”

  1. PIUTY berkata:

    Pada October 8th, 2009 Jam 4:08 PM

    masuk akal jg….. tp dinding luarnya hrs yg kokoh dunk. biar bs wat ber lindung bukannya malah keruntuhan dindinf yg rapuh.

    [Balas]

  2. rio berkata:

    Pada October 15th, 2009 Jam 12:38 PM

    bos, kalo kita ada di lt2,pas tidur gempa, kita langsung ke samping tp.tdr. trus kalau lantainya jatuh gmn?

    [Balas]



    wizz_nu berkata:
    Pada January 4th, 2012 jam 10:27 AM


    yw tinggal pasrah jha t?
    tnggal amal dan ibadah nya jha….,…………..

    [Balas]


  3. Istanto berkata:

    Pada October 15th, 2009 Jam 1:18 PM

    kalau atap diatasnya lantai 2 yang jatuh jadi efeknya segitiga kehidupan yang nantinya ada ruang kosong di samping tempat tidur. Kalau lantai 2 yang ambruk ke lantai 1 ya mau gimana lagi mudah2an masih kuat itu segitiga. kalau di hitung ulang kemungkinan 40% masih bertahan walau runtuh lantai 2 ke lantai 1 asal yang perlu di hati2 jangan langsung lari ke tangga2 kalau gempanya terasa sangat kuat.

    [Balas]

  4. IRQHAZ berkata:

    Pada October 19th, 2009 Jam 5:41 PM

    Tipsx Keren aBiez thanks yah mudh2an dpt brmanfaat bgI pemBaca!!!

    [Balas]

  5. tifani berkata:

    Pada October 21st, 2009 Jam 7:31 PM

    ok juga nieh…
    tpi sbnrny…
    aq pasrah, krn kehidupan dan kematian kita ada di tangan TUHAN, ok??

    [Balas]

  6. Fransisca Insani R berkata:

    Pada November 13th, 2009 Jam 10:56 PM

    Selamat malam mas Istanto…. saya sangat terbantu dengan adanya informasi2 dari blog anda. Terima kasih…. :) bisa minta tolong informasi pembicara yang berkwalitas untuk menyampaikan cara berlindung saat gempa mas…? dalam waktu dekat kami akan mengadakan seminar tentang hal tersebut. Mohon informasinya ya mas Isntanto….
    Terima kasih banyak…… :)
    Sisca Hadisoemarto

    [Balas]

Berikan Komentar

[+] yoyocici emoticons