Cerpen si Gendut Bagian I

Pada Friday, 7 August, 2009 Jam 2:22 Di Tulis Oleh Istanto Adi Nugroho
Artikel dalam kategori dodol, Iseng, Pribadi
1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading ... Loading ...

He he he… si gendut marah gara² tak bilangin nggak bisa menulis yang baik dan benar :P trus dia bikin cerpen deh baru di kasiin ke aku tadi sore. Ternyata dari 2 cerpen itu bagus kok tapi cuma 1 yang menarik perhatianku sih soalnya gaya bahasanya enak dibaca. Nih tak sharing saja ya lagian belum ada bahan baru buat nge-go-blog  rencananya sih mau nge-go-blog tentang rokok elektronik-ku tapi belum bisa soalnya masih ngurus website yang lain.. dari pada nggak update nanti kena google sandbox ya tak share aja deh….

gendutNih foto si gendut tapi jangan di godain ya soalnya ni pacarku :P orangnya sok imut, narsis, sok kecantikan, dan bawel!! yoo langsung saja ini cerpenn-ya belum ada judul apalagi penulisnya dengan pede-nya mengikrarkan kalau ada yang tertarik sama cerpen ini mau di jual ha ha ha dasar endyuttttt…

Belum Ada Judul

Hujan deras membasahi tubuh mungil seorang gadis yang sedang berlari mencari tempat perlindungan dari hujan. Sambil menengok kesana kemari gadis itu berusaha melihat apakah angkot yang dapat mengantrkannya ke kos nya itu lewat di depan tempat ia berteduh.

Setelah perjuangan nya yang keras melawan hujan si gadis itu dapat sampai ke kos nya yang mungil. Dan gadis itu tetap harus berusaha melewati jalan setapak untuk sampai di depan kosnya.

“huaaa sebelll ujan terus ihh.” Kata nia gadis yang kehujanan  itu setelah masuk ke dalam kos nya dan di sambut oleh teman teman nya yang sedang menonton tivi di ruang tamu. Sambil melepaskan sepatu dan mencoba mengibas ibaskan badan nya untuk mengurangi basah yang melekat di baju dan rambutnya.

“makanya bawa payung dong, lagian ngapain loe ke kampus, kan libur.” Kata ima teman satu kamar dan juga teman satu kampus nia, yang mendatanginya dan membantunya membawakan tas yang ada di bawa gadis itu.

“gue ngembaliin buku di perpus tuh dah denda sebulan gue.” Jawab nia dengan muka masam. Dan nia segera melenggang ke kamar nya setelah ia merasa basah di badan nya mulai berkurang.

“dah ganti baju, oya tadi bu kos nyari in loe tuh” kata ima sambil mengikuti langkah nia ke kamar mereka. “emang napa bu kos nyari in gue?” tanya nia sambil mengganti pakaian yang basah dengan baju hangat berwarna biru yang dibelikan oleh om nya seminggu yang lalu.

“gue ga tau mending loe temuin tuh bu kos, dia nunggu loe d rumah sebelah.” Kata ima sambil meninggalkan nia seorang diri di kamar dan bergabung dengan teman yang lain di ruang tamu. Nia merapikan rambut sebahunya yang tadi terkena oleh air hujan. Ga basah basah amat koq kata nia dalam hati dan mengurungkan niatnya untuk mandi dan keramas setelah kehujanan. Setelah berganti pakaian dan merapikan badannya nia pun beranjak untuk menemui bu kos di rumah sebelah melalui dapur.

Kos nia berjarak tidak jauh dari rumah pemilik kos tersebut. Kos tersebut hanya berbatas dapur yang dipakai bersama oleh pemilik kos dan penghuni kos. Untuk menuju ke rumah ibu kos nia hanya memerlukan waktu 5 menit karena jarak kamar nia dan dapat tidak kurang dati 50 meter. Dari dapur nia menuju ruang tamu ibu kos dan menemuinya.

“permisi bu tadi mencari saya?’ tanya nia dengan sopan dan terenyum
“oiya duduk dulu nak.” Kata bu kos sambil mempersilahkan duduk di hadapannya.
“begini nak ini ada diriman buat nak nia.” Kata bu kos sambil menyerahkan paket berwarna cokelat.
”ohh makasih ya bu.” kata nia sambil mengambil paket yang diserahkan oleh ibu kos dan meneliti paket tersebut.
Nia pun berpamitan dan beranjak dari rumah bu kos dan melangkah menuju kamarnya.

Dengan penasaran ia meneliti siapa pengirim paket cokelat itu. Setelah memutar mutar paket mungil itu tidak ditemukan siapa pengirim paket tersebut. Nia pun membuka bungkus paket cokelat tersebut dengan hati hati. Paket itu tenyata bungkus sepatu yang di dalam nya terdapat sebuah buku tulis.

Nia pun melihat isi buku setelah memeriksa tidak ada yang tertinggal atau pun tertulis dalam bungkus sepatu itu.

Ternyata buku itu adalah buku diary kakaknya yang telah meninggalkan rumah selama 5 tahun. Dita kakak sulung dan satu satunya kakak yang nia punya. Mereka 2 bersaudara dari keluarga yang berada. Dita meninggalkan rumah sejak nia masih duduk di bangku SMA. Yang nia tahu setelah kakaknya lulus dari perguruan tinggi, dita akan di jodohkan oleh orang tuanya dengan seorang lelaki yang jauh lebih tua namun mempunyai pekerjaan yang mapan dan dari kalangan menengah ke atas. Dita yang saat itu mempunyai seorang kekasih dan telah menjalin hubungan selama 4 tahun itu tidak menyetujui maksud dari perjodohan itu. Orang tua mereka pun marah apalagi mengetahui bahwa kekasih dita hanya lah seorang pekerja biasa dan masih belum mapan. Dita pun akhirnya di pingit dan tidak boleh menemui kekasihnya itu yang bernama yoga. Nia seringkali melihat kakaknya yang dulu cantik dan selalu ceria itu hanya bisa menangis dan tubuh nya menjadi kurus setelah sebulan dita dipingit.

Nia pun teringat pada suatu ketika saat ia pulang dari sekolah. Hari yang terik ia melihat ibu dan ayah nya panik dan sedang sibuk mencari dita. Nia hanya melihat jendela kamar dita seperti di rusak dan meninggalkan kamar itu sunyi membisu.

Hanya itulah yang nia ingat sejak kepergian dita kakaknya tersayang dan selama 5 tahun ini ia tidak mendengar kabar kakaknya itu. Ayah dan ibu nya pun berang pada saat kepergian dita dan bersumpah akan membunuh laki laki yang membawa kabur anak kesayangan mereka. Namun seiring berjalan nya waktu nia melihat orang tua nya semakin menyadari kesalahan yang mereka buat terutama bila na melihat ibu nya yang sering menangis seorang diri menatap foto dita. Berbeda dengan ibu nia hanya melihat ayah nya yang mulai tua dimakan usia tetap dengan keras kepala tidak akan memaafkan perbuatan anak gadisnya yang telah mencoreng nama keluarga.

Itulah alasan nia ingin kuliah di pulau jawa dan mengambil jurusan psikologi. Jarak antara jakarta dan surabaya setidaknya dapat menentramkan hatinya. Jauh dari rumah dan ingin melupakan kondisi rumah nya saat ini sangat diharapkan nia. Nia mulai membenci ayahnya yang selalu otoriter dan menurut nia selalu memaksakan kehendaknya.
Hal itu lah membuat dita kakaknya meninggalkan rumah dan menjadi anak yang durhaka pada orang tuanya pikir nia.

Setelah lama memandangi paket berisi buku diary kakaknya dan mengingat masa lalu nia pun duduk dan berbaring sambil membuka halaman demi halaman dairy dita.

Mata nia pun tertuju pada halaman terakhir pada saat dita akan kabur dari rumah.

Jakarta 10 oktober 2004
Aku sudah ga kuat lagi menahan ini semua
Ya Tuhan mengapa ini terjadi dalam hidupku
Aku ingin hidup ini indah
Aku ingin hidup bahagia dengan orang yang kusayang
Aku ingin dapat menempuh hidup ini dengan restu
Apakah aku egois mengharapkan kebahagian dalam hidupku
Apakah aku kurang beruntung dalam hidup
Untuk bisa menikmati kebahagiaan
Aku tidak bisa mendurhakai orang tua
Aku pun tidak bisa melepaskan cinta ku pergi
Karena hanya cinta ini lah yang mampu mempertahankan ku
Dalam dunia yang kelam ini
Hanya cinta ini yang bisa membangkitkan ku dalam
Cobaan yang harus kujalani sebagai manusia

Aku ingin di hidup ku yang pendek ini
Aku dapat merasakan cinta ini Tuhan
Apakah aku harus melepaskan cinta
Ataukah aku harus mendurhakai orang tua ku

Kemudian dalam halam terakhir dari diary dita nia menemukan secarik kertas yang kemudian ia baca. Ia mengenali tulisan ini tulisan tangan yang tegas dan tebal ini.

Makasar 10 september 2009
Dear nia
Maap mbak lama ga ngasi kabar ke adik bungsu ku ini
Gimana kabar ibu dan ayah?
Semoga mereka selalu dalam keadaan baik
Mba dengar kamu Sekarang sudah besar dan kuliah di jogja ya?
Dan ngambil jurusan psikologi hemmmm
Berbeda dengan mba kamu bisa menentang ayah untuk mengambil jurusan yang
Diwajibkan untuk anaknya yaitu bidang kesehatan
Mungkin pilihan kamu tepat karena mba sudah menyadari
Bahwa kamu satu satunya orang yang dapat mba ajak bicara
Klo mba sedang ada masalah hehehhe
Maap ya mba selalu merepotkan kamu selama atau sebelum mba pergi
Pasti kamu marah sama mba ya?
Maap in mba ya nia
Oya mba sekarang bermukim di makasar
Dan sekarang kamu telah menjadi seorang tante lhoo
Damar dan wulan, pengen nya sih yang lebih keren
tapi masmu pengen yang sederhana tapi bermakna.

emmmmm
Banyak hal yang mba ingin bicara in sama kamu
Jaga kesehatan kamu ya
Ini no hape mba 08127898xxx

Klo  ada pulsa telpon telpon atau sms mba ya hhehehe

Salam kangen

Dita
setelah membaca surat dari dita tiba tiba ada tetesan air yang jatuh dari mata nia. Diiringin dengan sesenggukan. Nia pun membangunkan tubuhnya dan mengambil handphone dalam tasnya. Nia pun memencet tuts hanponenya. Dan melirik kembali surat yang ia baca dan menyesuaikan nya dalam layar hpnya.

hingga nada tersambung dan seseorang mengangkatnya
“halo?” kata sesorang dengan nada suara yang lembut, seorang wanita.
“mba dita…” kata nia dalam cekatan.

Kata Kunci Terkait:

Kamu boleh memberikan komentar, atau melakukan trackback dari blog kamu.
    Digg Del.icio.us StumbleUpon Reddit Twitter RSS

5 Komentar pada artikel “Cerpen si Gendut Bagian I”

  1. robbye berkata:

    Pada January 1st, 2010 Jam 3:08 PM

    salam kenal

    [Balas]

  2. robbye berkata:

    Pada January 1st, 2010 Jam 10:08 PM

    salam kenal

    [Balas]

  3. azmii berkata:

    Pada January 14th, 2010 Jam 11:53 PM

    haloo , aku boleh ga minta cerpennya ? aku butuh buat mengarang cerita nih , tapi ga pake b.indo , sama aku cerita ini di translate ke inggris . soalnya aku searching seharian , ini yang termasuk lumayan bagus . maaf ya kalo saya minta , untuk konfirmasi hub email saya aja , di tunggu smpe tgal 15 jam 12 siang . makasii

    [Balas]

  4. azmii berkata:

    Pada January 15th, 2010 Jam 6:53 AM

    haloo , aku boleh ga minta cerpennya ? aku butuh buat mengarang cerita nih , tapi ga pake b.indo , sama aku cerita ini di translate ke inggris . soalnya aku searching seharian , ini yang termasuk lumayan bagus . maaf ya kalo saya minta , untuk konfirmasi hub email saya aja , di tunggu smpe tgal 15 jam 12 siang . makasii

    [Balas]

  5. Yosi Kurniawan berkata:

    Pada January 19th, 2011 Jam 4:55 PM

    ehh.. gua punya cerpen lucu ni ya

    ORANG DESA MASUK KOTAAda orang desa yang masuk ke kota namanya pak Joko, pak joko bingung melihat bangunan yang besar-besar.  Pas di depan bank pak Joko membaca “OPEN” pak Joko berfikir “open kok besarnya segini terus rotinya seberapa” tidak lama kemudian ada orang bule mau masuk ke bank itu pak joko berteriak” mas jangan masuk itu open” tetapi si bule itu tetap masuk, tidak  lama kemudian ada orang negro keluar dari bank tersebut, pak Joko berbicara “Nah gosong to badanmu di bilangi jangan masuk kok masuk”.Lucu nggak???

    [Balas]

Berikan Komentar

[+] yoyocici emoticons