Reunion, 2001

Pada Saturday, 17 June, 2006 Jam 0:27 Di Tulis Oleh Istanto Adi Nugroho
Artikel dalam kategori Cerita

BACA ARTIKEL INI DALAM FORMAT AMP Reunion, 2001

1 Star2 Stars3 Stars4 Stars5 Stars (No Ratings Yet)
Loading...

Tahun buruk

Tahun ini adalah puncak kehancuran keluarga kami. sebenarnya ini aib keluarga yang kurang baik kuceritakan, tapi buatku yang berlalu biarkanlah berlalu, aku akan menceritakannya.
Sebenarnya aku sudah curiga kenapa mbakku muntah-muntah terus seperti orang hamil. aku diam dan sering melihatnya setiap hari mual mual. aku pun memberitahukan kepada mami yang saat itu masih di irian ma bapak. setelah di cek ternyata benar dugaanku mbakku sudah mengandung 3 bulan. alangkah marahnya aku saat itu bapakku pun dengan amat sangat geramnya ijin cuti kantornya untuk segera kemalang dan menikahkan mbakku dengan si lelaki biadab itu setelah mereka di nikahkan. sekaranglah saatnya aku yang di jadikan sasaran kemarahan bapak ibu dan keluarga2ku aku dicap tidak bisa menjaga mbakku sendiri (maklum saat itu laki laki dirumah ini hanya aku) aku depresi saat itu aku semester 2 kuliahku ku tinggalkan setiap hari kalau gak main playstation ya chatting di warnet temanku. itu kegiatanku setiap hari aku semakin depresi dan malu. ingin rasanya ku bantai anak laki laki itu tapi setiap aku ingin melakukan niatku itu selalu di cegah mamiku “kasian mbak kamu nanti tidak punya suami” bapakku pun geram karena posisi kami terjepit saat itu akhirnya akulah yang jadi sasaran kemarahan bapakku. aku terus ditekan dan ditekan akhirnya keluarlah semua kemarahanku waktu itu aku minggat!! ternyata minggat tidak enak hehe 1 minggu kemudian aku pulang dan bapakku masih terlihat marah. aku tau kemarahan itu adalah imbas dari kekesalannya yang tidak bisa berbuat layaknya seorang lelaki yang memimpin keluarga akhirnya aku memutuskan untuk mengalah. aku menurut semua perkataan bapakku juga untuk menyenangkan hati beliau yang terluka.

Bapakku pun pensiun dini dari kantornya beliau masih merasa sebagai laki-laki untuk menjaga adik perempuanku yang tinggal 1. akibat dari pensiun ini terasa sangat berat sekali kami yang biasanya hidup dengan wah terpaksa harus mencari uang untuk bertahan hidup. apalagi bapakku waktu itu masih terlihat kemarahannya bayangkan uang jajanku yang biasanya 1 juta sebulan di pangkas 100 ribu!!!!!!!!! gila edan miring!! aku jadi sasaran terus.. tapi aku tetap mengalah dan menerima semua kemarahan bapak.

Suatu hari bapakku pernah menantangku kamu itu laki laki atau banci. carilah cara mendapatkan uang tantang bapakku akhirnya aku mengajukan proposal tentang warnet. inilah awal mula bagaimana aku bisa mempunyai sebuah warnet.. mungkin waktu itu juga bapak masih marah dia menerima saja proposalku dan dengan lantangnya dia berkata buktikan kalau kamu laki laki.
Aku terpancing emosi itu aku menerima tantangan bapak warnetku pun berjalan tetapi keuntungan yang ku inginkan tidak pernah juga tercapai keuntungan itu hilang 50% entah kemana. aku tetap bertahan dan berjanji akan ku buktikan bahwa aku laki laki!

Kamu boleh memberikan komentar, atau melakukan trackback dari blog kamu.
    Digg Del.icio.us StumbleUpon Reddit Twitter RSS

Berikan Komentar

[+] yoyocici emoticons Istanto Personal Blog